Raden Yudasmoro Minasiani tak pernah bercita-cita menjadi seorang penulis perjalanan. Dari kecil keinginannya cuma menjadi pilot pesawat tempur seperti tokoh pujaannya, Tanguy & Laverdure (tokoh komik tentang pilot AU Perancis). Sayang saat memasuki jenjang Sekolah Dasar, Yudasmoro harus mengenakan kacamata dan tak pernah mampu meraih nilai bagus untuk bidang matematika (syarat mutlak seorang penerbang).
Semasa kuliah, Yudasmoro lebih banyak menghabiskan waktunya untuk nonton bioskop dan bergelut di Sanggar Karawitan Jawa. Gagal menjadi pilot tempur, pelan-pelan Yudasmoro bermimpi menjadi seorang kolumnis surat kabar. Tajuk politik adalah minatnya, Budiman Sujatmiko (saat itu pemimpin PRD, sebuah partai terlarang di zaman Orba) adalah idolanya. Meski begitu, kecintaan akan dunia dirgantara tak pernah pupus.
Selepas kuliah, Yudasmoro sempat bekerja di Bank dan perusahaan Asuransi sebelum akhirnya bekerja di sebuah restoran cepat saji sebagai manajer. Hobby menulis dan kecintaannya pada dunia dirgantara tak pernah lepas dari benaknya hingga akhirnya nasib menuntunnya menjadi seorang kontributor artikel perjalanan di sebuah majalah di Medan.
Seperti menemukan jalan hidupnya, Yudasmoro akhirnya melepas jabatan manajernya dan sepenuhnya menjadi seorang penulis perjalanan untuk berbagai media cetak di Jakarta. Yudasmoro memang batal menjadi pilot tempur, tapi ia tetap bisa dekat dengan dunia dirgantara karena pekerjaannya yang sering membawanya terbang. Ia pun gagal menjadi kolumnis politik di surat kabar , tapi ia justru menulis reportase perjalanan di berbagai majalah.
Yudasmoro sempat menjadi kontributor tetap untuk Sriwijaya Inflight Magazine sebelum akhirnya menjadi Managing Editor di majalah travel Getaway. Karya-karyanya dimuat di: Sriwijaya Inflight Magazine, Jalan Jalan, Aplaus the Lifestyle, Getaway, Garuda Inflight Magazine, HelloBali, Jakarta Java Kini, Lion Magazine, Traveltren, Travelwan, D’Sari, National Geographic Traveler, Tamasya, Liburan, Panorama.
Raden Yudasmoro Minasiani, lahir di Balikpapan (Kalimantan Timur) dari pasangan Jawa asli. Besar dan menetap di Jakarta. Cita-citanya: memiliki homestay di pinggir pantai, punya kedai sop kikil (salah satu makanan favoritnya) dan mengunjungi Azerbaijan (negeri pecahan Uni Sovyet).
wuichhh mantab web lo bro…sukses terus..salut gw sama perjalanan lo, gw aja gitu2 aja tulisannya….
hahaha gak sering kok bro jalan2nya. cuma nunggu undangan aja
kalo ke pecahan uni soviet, aku ikutttttt hehehe. Sukses selalu, seneng baca tulisan2 nya
hehehe..tenkyuu
bukunya menggoda saat mencari bacaan di salah satu toko buku 2 bulan lalu, ‘gak salah saya bawa pulang. inspiratif
pengen juga dapat undangan jalan terus hehehe, sukses ya mas
hehe thx, selamat mencoba ya
I think you’ve got the Ideal Job…. you do what you like and you get to traveling…. and not budget travel, it’s traveling with style…..
hihihi.. I like the last one.. “and not budget”. its a hard choice anyway being a travel writer, but thanx so much
)