Berburu Macaca di Lembah Neraka

Japanese Macaca dikenal juga dengan Snow Monkey

Japanese Macaca dikenal juga dengan Snow Monkey

Jauh di balik perbukitan, para penghuni neraka ini hidup damai satu sama lain…

Pukul delapan pagi di ambang turunnya salju adalah hal yang cukup menyulitkan buat saya untuk berjalan-jalan di Jigokudani Yankoen, Nagano. Tujuan saya pagi itu adalah Hell Valley (Lembah Neraka) atau Jigokudani dalam bahasa Jepang. Nama yang cukup dahsyat itu cukup membuat saya penasaran untuk cepat tiba di tempat.

Di lokasi neraka ini, menurut pemandu, saya tak akan melihat pusat letupan lahar yang panas atau hal lain yang berhubungan dengan gambaran neraka, tapi justru akan melihat monyet-monyet liar. Monyet? Betul! Nama Jigokudani ternyata dikenal luas oleh para wisatawan lokal maupun asing sebagai objek wisata snow monkey atau monyet salju.

Konon pada saat Olimpiade musim dingin tahun 1998 di Nagano, para monyet salju penghuni Lembah Neraka ini sempat mencuri perhatian para turis mancanegara. Lalu, apa bedanya monyet-monyet ini dengan monyet lainnya seperti di Sangeh, Bali?

Rasa penasaran itu saya bawa menyusuri hutan kecil untuk menuju Jigokudani. Bus yang saya tumpangi hanya berhenti hingga pelataran parkir dan selanjutnya saya harus trekking selama 30 menit di ambang turunnya salju. Saya melewati hutan-hutan pinus yang sunyi sambil sesekali saya bertemu dengan turis-turis lokal yang kebanyakan sudah berusia lanjut. Sebagai anak muda, saya agak malu juga karena para manula Jepang ini masih terlihat segar bugar sambil menyapa saya dengan senyum. Sementara saya hanya bisa membalasnya dengan nafas ngos-ngosan.

Tak lama, saya mulai melihat sungai yang mengepulkan asap. Jalurnya membelah bukit yang trek-nya semakin membuat saya semakin ngos-ngosan. Sungai Yokoyu, dikenal sebagai sungai yang “menghidupi” Jigokudani karena aliran air panas alaminya. Memasuki Jigokudani, saya baru mengerti arti sebenarnya mengapa warga lokal menjulukinya dengan nama seram, Lembah Neraka.

Memasuki Lembah Neraka

Memasuki Lembah Neraka

Dinding-dinding batu kokoh yang diselingi limpahan air panas Yokoyu menimbulkan efek asap yang mengepul di celah-celah tebing. Suasana mistis, itulah kesan yang terbentuk dalam benak saya. Di antara kabut mistik Yokoyu, sosok-sosok mungil berbulu mulai terlihat berlompatan dan berlarian. Itulah Snow Monkey!

Monyet-monyet Jepang yang melegenda itu mulai memenuhi pandangan saya. Mereka ada di mana-mana merajai kawasan lembah ini. Sebagian sedang berendam, sebagian lagi berlompatan menuruni dinding batu. Snow Monkey, meski sepintas terlihat mirip dengan monyet-monyet lain yang sering saya jumpai di Jawa, tapi ternyata monyet ini memiliki beberapa perbedaan khas.

Para penghuni Lembah Neraka ini dikenal dengan jenis monyet Japanese Macaca. Penelitian membuktikan bahwa mereka ini adalah monyet yang menghuni bagian bumi paling utara. Selain kebal terhadap udara dingin, macaca memiliki wajah yang berwarna kemerahan. Karena  kerap bersembunyi di balik salju, mereka sering kali muncul di depan orang dengan butiran salju di tubuhnya. Dari situlah kemudian julukan Snow Monkey tercipta.

Tahun 1964, Jigokudani sudah menarik perhatian warga Jepang karena di sinilah satu-satunya terdapat monyet yang memiliki kebiasaan untuk onsen (berendam di air panas alami). Selain turis, banyak peneliti dan fotografer yang tergoda datang kemari untuk mempelajari tingkah laku dan memotret aksi para monyet ini.

Antusias fotografer terhadap Macaca

Antusias fotografer terhadap Macaca

Fakta unik adalah ternyata sebelum memakan buah-buahan hasil buruan mereka, macaca selalu mencuci bersih makanannya. Meski tinggal di tempat dengan nama angker, tapi ternyata mereka cukup sadar kebersihan.

Pengunjung Lembah Neraka juga tak diizinkan memberi makan atau apa pun pada macaca. Selain dikhawatirkan akan membahayakan jiwa mereka, insting alami berburu pun ditakutkan akan memudar. Penghuni Lembah Neraka memang tak boleh dimanja!

Layaknya sebuah koloni, macaca juga berebut kekuasaan. Kadang yang bertubuh besar meneror yang lebih kecil. Mereka saling berkejaran merebutkan sesuatu. Kekuasaan atau makanan, mungkin? Entahlah. Yang jelas para penghuni neraka ini tidak menakutkan. Sering kali mereka duduk diam saat difoto atau berendam di air panas dengan santai bersama-sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s