Bangkok Dalam Lensa

Cuaca memang tak sehangat persahabatan saya dengan Bangkok. Hujan terus menerus seperti rasa iri yang ingin memisahkan saya dengan kota Kuliner ini. Atau ingin menyambut saya dengan cara yang unik? Menyusuri Chao Praya di tengah hujan dan gelombang tinggi, misalnya?

Pagoda Sul Mae Nan adalah yang pertama kali menyapa saya sebelum membelah ombak Chao Praya yang seding meninggi saat itu

Dua kata saja saat mengunjungi Bangkok: “Street Food!”

Dosa besar rasanya jika tidak mencicipi Street Food di Bangkok.

Thai Tea, seperti oasis yang menggoda saya di tengah kepadatan Bangkok. Menemukan saya dan memanggil-manggil. Thai Tea telah menjadi sahabat terbaik saya selama di Bangkok

50 Baht untuk sekedar keliling kota. Tuk Tuk adalah moda transport populer di Bangkok. Wujud dari ambisi pemerintah setempat dalam geliat pariwisata. Bajaj di Jakarta mungkin harus berguru pada juragan Tuk Tuk

Seperti Eiffel yang menjadi magnet Paris, menyambangi Sleeping Buddha adalah semacam kewajiban para turis saat mampir di Bangkok

Dengan ketinggian 328 meter, Baiyoke adalah bangunan tertinggi di Bangkok. Beginilah rasanya bersantai di lantai 84. Tunggu! masih ada lantai 85 dengan model outdoor observation. Hujan tak memungkinkan saya berlama-lama di lantai 85 setelah mengambil foto ini.

Sejenak kembali ke ranah religi. Cukup banyak pagoda yang akan menguras kapasitas kartu memori kamera. Wat Po adalah salah satunya.

Sebagai pemuja Street Food, saya akan memaksa Anda untuk mengakhiri jalan-jalan dengan kuliner. Lelah bukanlah momok jika Anda memilih “Makpau” sebagai obatnya. Makpau adalah kelapa muda. Ada 2 jenis yang dijual: kelapa biasa (30 Baht) yang bisa Anda nikmati sampai kembung. Dan kelapa kopyor (20 Baht) yang beresiko pembatalan tiket pulang karena ketagihan dan tak ingin pulang.

Iklan

9 responses to “Bangkok Dalam Lensa

  1. Saya kurang suka tuktuk, sama seperti bajaj di Jakarta. Kalo ga ngerti harga lokal, mereka pasti masang harga lebay. Harus tebak-tebak buah manggis buat dapet fair price. But anyway, it happens anywhere for non-local people 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s