Ketika Lensa Seluler Bicara

Saya termasuk orang yang malas direpotkan dengan peralatan besar saat traveling. Kadang jika hanya untuk merekam gambar dengan keperluan iseng, saya sering mengandalkan telepon seluler saya. Sebuah merk yang kini semakin langka untuk ditemui di konter-konter seluler. Sony Ericsson type C901. Cukup lawas karena beberapa bagian sudah retak bahkan pecah dan sering mati mendadak.

Foto-foto berikut adalah hasil tangkapan kamera seluler Sony Ericsson C901 saat euforia Instagram masih sebatas mimpi. Saya memolesnya dengan Lightroom. Merepotkan, tapi tak rugilah mengerjakannya.

Batavia Under Attack!  Keramaian di Museum Fatahillah, Jakarta membuat saya enggan untuk memotret. Saat melepas lelah, keisengan muncul. Menara gedung yang biasanya difoto dengan kamera berlensa panjang bak leher jerapah itu saya foto dengan kamera seluler dengan menyertakan tangan kiri saya. Keisengan sederhana yang berbuah manis!

Jam 7 Pagi. Joging adalah niatan awal sebelum akhirnya menemukan momen seperti ini di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta. Alih-alih berolahraga, akhirnya justru sibuk mengambil gambar.

Cars. Keponakan saya cukup teledor membiarkan mainannya berserakan. Bermodalkan keisengan (lagi) saya menjadikan mainannya sebagai model di depan lensa seluler saya.

Crack Above Jakarta. Siapa yang mengajari generasi ini untuk menjadi mesin pemusnah? Tak percaya? Simak saja kereta-kereta yang bermuara di Jakarta. Tak ada yang lolos dari lemparan batu. Retak di jendela gerbong, meski sederhana tapi menyimpan sebuah bom waktu di baliknya. Sebuah generasi pemusnah, sadar atau tidak, sedang menyiapkan dirinya untuk unjuk gigi di masa depan.

Tuhan Memilih Teh Botol. Saya tak berobsesi menjadi pengiklan. Saat sedang menikmati sepiring sate ayam di Pasar Mayestik Jakarta, seberkas sinar menembus pengapnya deretan warung makan. Putih, lembut dan menyentuh. Layaknya cahaya dari negeri khayangan. Ia menyita perhatian saya. Sudutnya tak lurus. Dari sekian banyak jajanan yang ada, sinar itu memilih gerobak berisi Teh Botol.

Tusuk Gigi. Sederhana tapi mematikan, itulah tusuk gigi. Bentuknya sederhana, tapi saat dibutuhkan ia harus ada. Kalau tidak, matilah awak menyelipkan lidah di sela-sela gigi setelah makan. Sedikit lagi kejelian, benda sederhana ini menyimpan pola yang luar biasa.

Wanita Suka Bunga. Saya memang bukan type pria yang suka merayu. Bahkan saya tak pandai melakukannya. Tapi saya cukup memahami bahwa wanita memang butuh sesuatu yang lembut untuk mewakili benaknya. Bunga, adalah salah satunya. Jangankan seorang gadis cantik sungguhan, lukisan pun tersenyum karenanya.

Saya bukan fotografer. Saya bahkan tak memiliki kamera di atas 7 megapixel. Saya hanya senang mengambil gambar. Kamera seluler, sebelum selebrasi Instagram merambah dunia foto, adalah kamera yang terlupakan. Nyaris dikucilkan.  

Iklan

6 responses to “Ketika Lensa Seluler Bicara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s