Malam Keramat Panjang Jimat

Warga menganggap Panjang Jimat adalah ajang gelar barang-barang bertuah

Hujan mulai turun saat saya tiba di kota yang terkenal dengan produksi udang, Cirebon. Sebagai tujuan wisata, Cirebon memang tak semegah Bandung yang terlebih dahulu sudah menjadi magnet wisatawan. Menyusuri kota yang padat sejarah ini, saya memulainya dengan hal religius, Maulid Nabi.

Nama Cirebon tak bisa dipisahkan dengan Sunan Gunung Jati. Salah satu tokoh penyebar Islam di Jawa yang revolusioner. Makamnya yang berlokasi di Desa Astana hingga kini masih dipadati peziarah dari segala penjuru Indonesia, terutama saat hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi.

Berkunjung ke kota ini di saat menjelang perayaan Maulid Nabi adalah hal yang menarik. Warga Cirebon ternyata punya cara tersendiri untuk menyambut hari besar ini. Malam Panjang Jimat, begitu istilah yang dikenal warga lokal. Panjang Jimat bagi warga Cirebon adalah salah satu momen yang paling ditunggu. Beberapa warga malah menganggapnya sebagai malam “keramat”. Selain merupakan waktu terbaik untuk berziarah ke makam Sunan, tiga Keraton yang pernah berkuasa di kota ini juga punya cara sendiri untuk merayakannya. Panjang Jimat menjadi semacam aklamasi spiritual warga Cirebon.

Mengunjungi makam Sunan Gunung Jati di Desa Astana membutuhkan energi ekstra saat menjelang Panjang Jimat. Selain harus berjibaku dengan para peziarah yang membludak, saya juga harus melewati tantangan para pengemis liar yang berdiri berderet dari pintu masuk hingga ke dalam areal makam. Saya menuruti saran kawan saya untuk tidak menggubris gerombolan ini. Sekali saja memberi uang, maka deretan pengemis berikutnya akan menghadang dan lebih memaksa lagi minta uangnya.

Balemangu Pajajaran adalah bangunan utama di kompleks makam ini. Bentuknya seperti pendopo Jawa yang dikelilingi tembok putih. Bangunan ini dikelilingi banyak makam yang menurut warga lokal adalah makam para keturunan Sunan. Bagian dalam bangunan cukup luas dengan lantai yang terawat bersih meski peziarah saat itu memenuhi ruangan. Dindingnya putih bersih dengan hiasan keramik Tiongkok terpola yang ditempel di dalamnya. Di dalamnya terdapat beberapa makam dari kerabat Sunan. Sebuah ruangan khusus di sisi kiri adalah ruangan terbuka yang khusus digunakan untuk makam istri Sunan, Nyi Ong Tien, yang berasal dari Negeri Cina. Ornamen bernuansa oriental sarat menghiasi areal ini.

Di sampingnya adalah ruangan utama yang berukuran cukup luas dengan sebuah pintu besar dari kayu yang tertutup rapat. Menurut warga, itulah pintu yang langsung menuju ke makam Sunan Gunung Jati. Kondisinya selalu tertutup rapat kecuali saat tengah malam ketika perayaan Panjang Jimat. Meski didatangi ribuan peziarah, tapi hanya para keturunan Sang Guru lah yang berhak masuk ke ruang makam saat malam Panjang Jimat.

Berikutnya saya menyambangi para Keraton. Dari data yang saya baca, Kasepuhan adalah keraton terbesar dan tertua di Cirebon. Perayaan Panjang Jimat di Keraton ini adalah perayaan yang terbesar di kota Cirebon. Saat malam keramat tiba, areal Keraton akan dibentengi oleh lautan manusia yang hendak berziarah ke Keraton atau pun yang cuma sekedar plesiran dengan keluarga. Diikuti dengan Keraton Kanoman yang letaknya tak jauh dari Kasepuhan, Keraton ini juga akan tertutup oleh pengunjung yang membanjiri areal Keraton. Dan pesta yang paling sederhana dibanding dua kubu kekuasaan tersebut adalah Keraton Kacirebonan.

Dari telusuran sejarah, Kacirebonan memang tak sebesar Kasepuhan dan Kanoman dalam hal kekuasaan. Kemunculannya dalam kancah politik Cirebon dimulai tahun 1808 oleh Sultan Carbon Kacirebonan. Konon sang Sultan menolak kebijakan Belanda saat itu yang berniat menggajih para Sultan. Cara itu dianggapnya menjadikan Kesultanan sebagai boneka imperialis.

Di sini juga saya mendapat pencerahan tentang Panjang Jimat itu sendiri. Anggapan saat ini, Panjang Jimat adalah upacara yang bersifat seremonial terhadap barang-barang pusaka yang dimiliki oleh Kesultanan Cirebon. Saat Panjang Jimat biasanya barang-barang pusaka ini dikeluarkan dari tempat penyimpanannya untuk dimandikan. Kadang juga diarak berkeliling lingkungan Keraton. Panjang Jimat kini identik dengan kebendaan dan mistis.

Seorang petugas Keraton mencerahkan saya tentang Panjang Jimat dengan pandangan berbeda. Menurutnya Panjang Jimat adalah merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bentuk perayaannya adalah dengan mendoakan para leluhur dan membersihkan barang-barang peninggalannya. Namun zaman telah berubah. Warga menganggap Panjang Jimat adalah ajang gelar barang-barang bertuah. Saat tibanya Panjang Jimat banyak orang ingin menyentuh barang-barang pusaka ini dengan harapan akan mendapat berkah. Dunia  supranatural memang lebih menarik, ternyata.

Di Kacirebonan, Panjang Jimat dimulai dengan memandikan barang pusaka peninggalan leluhur. Acara ini diadakan pagi hari sebelum malamnya benda-benda ini akan dikirab menuju masjid di samping Keraton. Masjid Kacirebonan sendiri tidaklah besar. Ukurannya hanya serupa rumah sederhana. Saat Panjang Jimat berlangsung, masjid ini tertutup untuk umum. Hanya orang-orang tertentu dari kerabat Keraton yang berhak masuk untuk mengawal barang pusaka dan mendoakannya sepanjang malam.

Kirab dimulai dengan iring-iringan abdi dalem yang membawa panji-panji Kesultanan diikuti dengan deretan benda-benda pusaka dengan dibawa petugas yang memakain pakaian berjubah. Karena antusiasa warga yang ingin menyentuh benda-benda ini, maka sekelompok pasukan pengaman juga sudah disiagakan. Mereka bukanlah pasukan keamanan berkostum militer, tapi para pemuda berbaju hitam ala ksatria pencak silat.

Keluar dari bangunan Keraton, benda-benda pusaka langsung masuk ke dalam masjid. Beberapa petugas berkostum jubah ikut masuk ke dalam masjid dan duduk mengelilingi benda-benda pusaka tersebut. Doa-doa dan ayat suci mereka lantunkan sepanjang malam. Sayangnya, sesi ini tertutup untuk umum. Dari warga lokal, saya mendapat kisah-kisah mistis tentang acara ini. Konon di tengah keramaian acara, tak cuma kaum manusia saja yang hadir memeriahkan Panjang Jimat, tapi juga para makhluk halus sang penjaga barang-barang pusaka. Tertarik?

Iklan

2 responses to “Malam Keramat Panjang Jimat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s