Bertandang ke Pulau Pribadi

”Villa ini milik Pak Try Sutrisno,” jelas Pak Mus, penjaga villa di Pulau Panjang Kecil. Dari Pulau Kelapa, tempat saya bermalam, Panjang Kecil tak jauh letaknya. Pulau ini juga tak luas. Hanya ada sebuah dermaga dan satu villa di dalamnya. Kondisinya sangat terawat dan bebas dari taburan sampah seperti yang layak saya temui di pulau-pulau incaran turis lainnya di Kepulauan Seribu. Pantainya tak luas tapi cukup bersih dengan perairan yang sangat tenang.

Pak Mus menawarkan sewa villa. Menurutnya, villa ini memang disewakan untuk umum. Ia hanya menjaga dan merawatnya saja. Bangunan villanya cukup nyaman dengan kamar-kamar yang luas dan ruang tamu terbuka. Sangat cocok untuk yang membutuhkan pengasingan sementara dari keriuhan ibu kota. Sebuah lukisan besar bergambar sosok pria yang sangat populer menghiasi ruang tamu. Saya mengenalinya sebagai Try Sutrisno, mantan wakil presiden Republik Indonesia. Rupanya Panjang Kecil adalah salah satu sanctuary bagi sang mantan Wapres.

Saya kembali mengarungi perairan Kepulauan Seribu. Kali ini menuju Pulau Kaliage Besar. Seperti halnya Pulau Panjang Kecil, Kaliage Besar juga bukan destinasi umum. Bertandang ke sini sebetulnya harus mengantongi izin khusus dan tak bisa sembarangan orang. Jika Panjang Kecil adalah tempat menyepi sang mantan Wapres, Kaliage Besar adalah milik si Raja Media, Surya Paloh.

Kaliage Besar dikelilingi perairan yang jernih dengan batu-batu karang yang hampir menonjol ke permukaan. Dermaganya lebih luas dan ramai. Saat saya datang, ada beberapa speed boat dengan logo sebuah grup media ternama dan sebuah helipad yang siap menerima kedatangan helikpoter.

Saya tak diizinkan masuk ke dalam pulau dan memotret. Hanya diperkenankan untuk berfoto di bagian dermaga saja meski saya dapat melihat villa-villa cantik bertebaran di bagian dalamnya. Para penjaga dan pengurus pulau adalah warga dari Pulau Kelapa yang jaraknya tak jauh dari Kaliage Besar.

Bersebelahan dengan Kaliage Besar, saya dapat melihat Pulau Kaliage Kecil. untuk mencapainya saya hanya butuh waktu lima menit dengan perahu motor. Kaliage Kecil agak berbeda dengan saudara tuanya, Kaliage Besar. Dari namanya, pulau ini memang berukuran lebih kecil. Tidak seperti Kaliage Besar yang dikelilingi karang dan perairan dalam, Kaliage Kecil justru dibatasi pantai berpasir putih dan perairan dangkal nyaris tanpa ombak. Status pulau ini juga sama dengan dua pulau yang saya kunjungi sebelumnya. Milik pribadi dan bukan tempat umum!

Jika dua pulau sebelumnya sudah dimiliki oleh para pejabat negeri ini, Kaliage Kecil justru dimiliki oleh seorang warga negara Amerika. Setidaknya itu keterangan yang saya peroleh dari para penjaga pulau. Sama seperti pulau sebelumnya, saya tak diizinkan mengambil gambar di bagian dalam pulau meski kali ini para penjaga berbaik hati mengajak saya masuk ke dalam villa.

Kaliage Kecil memiliki tiga buah villa yang semuanya berdesain etnik. Bangunan villa utama yang letaknya tepat di pinggir pantai berbentuk mirip rumah joglo dari Jawa. Bagian dalamnya dipenuhi perabotan khas Jawa dan sebuah replika kapal Phinisi di tengah ruang utama. Bahkan kamar mandi pun juga bergaya khas Jawa.

Bagian tengah pulau ini ditumbuhi banyak pohon besar. Terdapat sebuah trek kecil yang menghubungkan antar villa. Sebuah bangunan bernama Rumah Lumbung menarik perhatian saya. Bentuknya memang mirip lumbung padi yang berupa rumah panggung. Bagian dalamnya hanya terdapat sebuah tempat tidur. Tak ada toilet di dalamnya. Hanya sebuah shower di tempat terbuka yang letaknya tak jauh dari Rumah Lumbung. Warga Amerika ini lebih “Indonesia” dari dua pemilik pulau sebelumnya ternyata.

Rumah Lumbung sepertinya cocok untuk yang sedang mengarungi masa-masa bulan madu. Bentuknya memang jauh dari mewah. Tapi kemewahan rupanya bukan barometer romantisme. Kelambu putih yang menutupi tempat tidur menambah suasana mesra bagi yang menginap di sini. Perabotan lain di dalam rumah cukup sederhana namun ditata dengan mewah.

Dari informasi penjaga pulau, Kaliage Kecil ternyata juga disewakan. Dengan begitu, setidaknya saya sudah tahu ke mana nanti akan menghabiskan waktu untuk berbulan madu.

Iklan

6 responses to “Bertandang ke Pulau Pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s