Menyapa Selebritis di Museum Madame Tussaud

Jackie Chan menyambut saya di pintu masuk.

Ia tampil sumringah dengan senyuman khasnya. Sebuah lorong agak gelap mematung di samping aktor laga yang tenar dengan gaya kungfu komedinya itu. Saya memasuki lorong dan kembali disambut oleh Tom Cruise yang juga tersenyum memamerkan pesonanya. Di sampingnya, Nicole Kidman berdiri agak berjauhan dengan Tom. Keretakan rumah tangganya tak memungkinkan lagi bagi mereka untuk tampil mesra di depan publik. Tak jauh dari sang bintang Mission Imposible itu, tampak Bill Gates sedang duduk dengan sebuah laptop menyala di sampingnya. Tampaknya ia puas dengan produk Windows terbarunya.

Saya tidak sedang menghadiri acara penyerahan anugerah perfilman Hollywood. Saya bahkan datang tanpa mengenakan tuxedo dan tidak diantar oleh limousine. Saya sedang menikmati sebuah museum yang terkenal dengan karya-karya patung lilinnya yang legendaris. Madame Tussaud Museum-Shanghai, begitu yang tertera pada pintu masuk bangunan. Museum ini tidak berdiri pada sebuah bangunan tersendiri. Ia terdapat pada sebuah gedung bergaya Victoria yang juga berfungsi sebagai pusat pertokoan.

Gedungnya terkesan agak sempit dengan ruangan museum yang dihiasi lampu yang agak redup. Beberapa artis besar dunia dipajang di sini dalam bentuk replika patung lilin. Madame Tussaud Museum adalah museum yang memajang karya-karya Madam Tussaud dalam bentuk patung lilin. Tak cuma artis, tokoh politik seperti Bill Clinton, Vladimir Puttin dan Barrack Obama juga ada di museum ini.

Ruangan pertama tak begitu luas. Di sini berdiri patung-patung artis Hollywood seperti Tom Cruise, Nicole Kidman, Michelle Yeoh, Andy Lau, Edward Cullen dan sederet bintang lainnya. Di ruangan berikutnya, saya bisa berjumpa dengan sang legendaris pencipta gadget paling populer, Steve Jobs. Di dekatnya berdiri pula sang jenius Albert Einstein.

Di pojok ruangan, terdapat ruangan khusus yang menjadi milik Madonna. Sang penyanyi tenar itu tidak dalam posisi berdiri seperti patung lainnya. Tapi sedang duduk santai di sebuah sofa yang berwarna merah cerah. Pengunjung boleh berfoto dengan sang bintang pujaannya. Semua patung di museum ini boleh disentuh untuk berfoto bersama.

Berikutnya saya dapat menyapa keluarga kerajaan Inggris, Pangeran William dan Kate Middleton. Bahkan saya juga bisa berjumpa dengan ibu sang pangeran, mendiang Putri Diana. Museum ini juga memiliki ruangan khusus yang memajang patung-patung khusus penyanyi. Mulai dari Elvis Presley, Michael Jackson, Kylie Minoque, Lady Gaga hingga Aaron Kwok, Teresa Teng dan Leslie Cheung.

Proses pembuatan patung juga sekilas ditunjukkan di ruangan ini, terutama pada bagian pembuatan bola mata. Jujur saja, sejak masuk ke museum, saya takjub dengan bola mata yang kelihatan begitu asli. Kejelian tingkat tinggi pun dibutuhkan dalam proses pembuatan patung. Semua patung yang ada di sini dibuat sesuai ukuran aslinya, termasuk pola retina bola matanya. Menarik kan?

Meski sangat mengandalkan ketrampilan seni tingkat tinggi, tapi beberapa patung tampil agak mengecewakan. Keasliannya tak seperti yang saya bayangkan. Bahkan patung Barrack Obama pun tampak seperti manekin toko pakaian. Terlalu mengkilap! Setidaknya itu menurut pengamatan mata awam saya. Begitu juga dengan tokoh Lady Gaga. Sang penyanyi kontroversi ini tampil dengan sangat kaku dan kurang ekspresif. Jauh dari ekspektasi saya. Tapi meski begitu, secara keseluruhan, museum yang membandrol harga tiket sebesar 150 Yuan per orang ini tak mengecewakan.

Saat memasuki ruangan olah raga, Tiger Wood terlihat cukup serius memperhatikan hole-nya. Sementara Michael Jordan dan Yao Ming tampak saling beradu lemparan 3 angka. Semuanya dibuat dengan ukuran sesungguhnya. Berada di antara mereka membuat saya seperti anak umur 7 tahun yang berdiri di antara 2 orang dewasa.

Kesuksesan Madame Tussaud Museum sebenarnya tak selaras dengan masa suram yang pernah dijalani oleh Anna Maria (nama asli Madame Tussaud). Anna Maria yang lahir di Strasbourg, Perancis, menimba ilmu membuat patung dari Dr. Phillipe Curtius, majikan tempat ibunya bekerja. Ia membuat patung pertamanya tahun 1777, saat usianya baru 16 tahun. Karya-karyanya terus berlanjut dengan membuat patung keluarga kerajaan Perancis. Anna Maria menjadi dekat dengan kalangan ningrat Perancis saat itu. Tapi hubungan manis ini tak bertahan lama. Revolusi Perancis kemudian pecah.

Petaka ini membawanya pada masa-masa kelam. Anna Maria sempat ditahan. Ia harus mencari kepala-kepala korban perang yang dipenggal untuk dibuatkan topeng dan kemudian membuat replika kepala-kepala korban itu untuk digantungkan di sepanjang jalan kota Paris. Masa kelam ini membuat Anna Maria (yang menikah dengan Francois Tussaud) terusir dari negerinya sendiri. Ia terpaksa menetap di Inggris dan membuka museum pertamanya di London.

Tapi kondisi kini berubah. Karya-karya Tussaud telah memukau jutaan turis di beberapa kota besar di dunia. Museum Madame Tussaud kini tersebar di penjuru dunia seperti di London, Las Vegas, Amsterdam, Bangkok, Hongkong, Washington DC, New York dan Shanghai. Masa kelam Tussaud kini berubah cerah. Secerah senyum Robbie William dan pasangan Angelina Jolie – Brad Pitt,  sesaat sebelum saya meninggalkan museum.

Sponsored by:

AirAsia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s