Pesiar di Sungai Huangpu

Perang Opium yang diakhiri dengan perjanjian Nanking tahun 1842 adalah awal dari sejarah besar kota Shanghai.

Perjanjian itulah yang memberi kuasa pada imperialis barat untuk menguasai wilayah strategis di Cina itu. Pembangunan gedung-gedung berdesain Victoria pun mulai marak. Inggris, Perancis, Russia dan Amerika Serikat menancapkan kekuasaannya di Shanghai.

Zaman pun berselang dan kini bagian dari sejarah kolonial di Cina itu berubah menjadi berkah. The Bund, kawasan yang kini menjadi sasaran utama para turis adalah lokasi di mana saya bisa menyaksikan dua sisi Shanghai yang berbeda. Di seberang sungai, gedung-gedung pencakar langit modern menandakan dominasi Shanghai sebagai pusat finansial dan kekuatan ekonomi Cina. Di sisi daratan, saya justru lebih merasa sedang berada di London dari pada Shanghai. Di sini, bahkan terdapat duplikat Big Ben. Konon, ukuran lingkar jamnya juga sama persis dengan induknya di London.

The Bund terletak di sisi Sungai Huangpu. Hampir setiap hari para turis lokal dan mancanegara berkumpul di tempat ini untuk menyaksikan pemandangan kota dan menikmati tur dengan berpesiar menyusuri sungai.

Dengan membayar tiket seharga 100 Yuan, river cruise di Sungai Huangpu cukup menarik minat para turis setiap harinya. Saya memilih perjalanan di malam hari dengan dalih ingin menikmati romantisme di sekeliling siraman cahaya Shanghai. Alex, pemandu saya berkisah tentang bagaimana pemerintah Shanghai bekerja keras dengan mengeluarkan dana yang tak sedikit demi mempercantik Shanghai dengan cahaya di malam hari.

Layaknya kapal wisata, kapal-kapal untuk river cruise ini sangat bertaburan cahaya. Beberapa kapal berbentuk klasik dengan dek bertingkat dan ada lagi kapal dengan desain modern. Ukurannya cukup besar dan nampaknya mampu menampung sekitar seratus orang turis di dalamnya. Kabin kapal yang saya tumpangi terbagi menjadi tiga tingkat di mana di dua lantai pertamanya, penumpang dapat duduk santai dalam ruangan yang didesain seperti rumah makan. Ada semacam mini bar yang melayani penumpang untuk menikmati cemilan. Saya kemudian naik ke lantai tiga yang merupakan dek terbuka yang cukup luas untuk menikmati pemandangan secara bebas.

Meski harus berdesakan dengan penumpang lain, di sini saya bisa menikmati lampu-lampu kota Shanghai yang sengaja dirancang pemerintah setempat untuk memukau para turis. Di seberang sungai saya bisa menikmati pemandangan pusat niaga Shanghai yang sarat dengan pencakar langit. Oriental Pearl TV Tower bermandikan sinar lampu yang warnanya berubah secara berkala. Shanghai Financial Center juga mangalami hal hampir serupa. Lampu-lampu bertaburan di puncaknya. Gedung-gedung lain pun tak mau kalah. Beberapa di antaranya bahkan menghiasi diri dengan monitor raksasa yang menampilkan tulisan I Love Shanghai dalam beberapa desain. Alex mengingatkan saya tentang cuaca. “Di malam hari, temperatur bisa mencapai 2 derajat Celsius,” tegasnya.

Alex  memang benar soal cuaca. Temperatur yang drop hingga hampir menyentuh 2 derajat Celsius dan angin yang berhembus cukup kencang kini menjadi ancaman bagi siapa pun yang berada di dek paling atas ini. Musim dingin di bulan Februari memang kurang cocok buat saya.

River cruise terbagi menjadi dua jenis tur. Pertama adalah  short tour yang hanya memakan waktu 40 menit dan kedua adalah long tour dengan rute yang lebih panjang dengan memakan waktu sekitar 3 jam.  Karena terbatasnya waktu, saya memilih yang pertama. Tur ini sederhana namun tetap menarik untuk dicoba.

Sponsored by:

AirAsia

Iklan

3 responses to “Pesiar di Sungai Huangpu

  1. Selamat malam, saya mau tanya, kalau untuk pembelian tiket cruise nya sendiri ada dimana? Apakah harganya brbeda antara yang 40 menit dan 3 jam? trims

    • tiketnya ada di loket pelabuhannya. harganya jelas berbeda. ada juga tiket khusus untuk makan malam sambil keliling2 sungai. lebih mahal lagi, tapi lupa berapa harganya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s