Shanghai Heights

259 meter!

Itulah ketinggian di mana posisi saya berdiri saat mengunjungi Oriental Pearl Tower di Shanghai. Hampir dua kali ketinggian Monas di Jakarta. Di lantai ini saya bisa leluasa berkeliling sambil menikmati pemandangan dari balik dinding kaca yang juga dilapisi tiang-tiang penyangga dari baja. Di beberapa titik terdapat teropong untuk mengamati pemandangan di bawah. Dengan membayar 10 Yuan, pengunjung dapat menggunakan teropong-teropong ini.

Mulai dibangun pada tahun 1990 dan selesai 4 tahun kemudian, Orieantal Pearl TV Tower pernah menyandang gelar sebagai bangunan tertinggi di Shanghai sebelum dominasinya dipatahkan oleh Shanghai Financial Center. Bangunan hasil kreasi dari grup arsitektur Shanghai Modern Architectural Design yang total mencapai ketinggian 468 meter ini juga dikenal saebagai salah satu ikon kota Shanghai.

??????????????????????

Alex, pemandu saya berkali-kali mengingatkan akan membludaknya turis yang akan mengunjungi menara ini. Itu sebabnya saya sudah harus mengantri karcis masuk saat matahari baru saja terbit. Cuaca musim dingin di Cina tentunya tak bersahabat buat saya yang terbiasa menikmati matahari tropis. Alex memang benar. Meskipun masih pagi, tapi antrian turis sudah terlihat cukup banyak di gerbang masuk menara hingga ke pinggir jalan raya. Saya juga harus ikut mengantri di tengah cuaca dingin.

Butuh waktu lebih dari setengah jam buat saya untuk sekedar berfoto di pelataran menara. Memang tak banyak objek yang menarik, tapi setidaknya foto diri dengan latar belakang menara sudah cukup memuaskan saya. Di depan menara terdapat semacam jembatan penyeberangan yang berbentuk lingkaran. Posisinya tepat berada di tengah perempatan jalan protokol. Untuk menaikinya, sebuah eskalator anti air dan salju telah siap tersedia. Selain berfungsi untuk tempat penyeberangan, jembatan ini juga merupakan pusat keramaian turis yang ingin berfoto dengan latar belakang menara.

Petualangan menuju ketinggian menara ini dimulai dari gerbang masuk gedung yang dipenuhi foto lanskap kota Shanghai dari tahun ke tahun. Tahun 1990 terekam dalam sebuah foto yang memperlihatkan pemandangan Shanghai yang masih jarang ditumbuhi bangunan pencakar langit. Tahun 1995, selain menara Oriental, sudah berdiri juga beberapa gedung tinggi di sekitarnya. begitu seterusnya hingga memasuki abad 21. Pembangunan fisik di Shanghai memang mencengangkan. Setiap tahunnya, beberapa bangunan pencakar langit berlomba-lomba untuk menyaingi Oriental Pearl Tower.

Berikutnya saya harus melewati pemeriksaan keamanan yang cukup ketat sebelum memasuki lift yang akan melesatkan saya ke puncak menara.

Beberapa rekan wartawan terpaksa harus merelakan kamera videonya ditahan petugas. Mengambil gambar video tak diizinkan, tampaknya. Entah apa alasannya.

Oriental Pearl TV Tower tak main-main dalam menyambut tamu-tamunya. Seorang wanita petugas lift menyambut saya dengan senyuman manisnya. Pakaiannya mirip pramugari di penerbangan bintang lima. Dan saat lift melesat ke atas, sang petugas wanita ini menyampaikan kata sambutan dan hal-hal lain perlu saya ketahui, terutama soal keamanan. Ia menyampaikannya dengan sempurna. Kecepatan bicaranya sudah diatur dan ia selesai bicara tepat saat lift tiba di lantai observasi. Petugas cantik ini tentu sudah sangat terlatih dalam menjalankan tugasnya.

Puncak atraksi menara ini sebetulnya terletak di transparent observatory. Satu lantai di atas lantai observasi. Di sini, saya bisa mengelilingi pinggiran menara ini di ruang terbuka. Sebuah pagar kaca setinggi tubuh orang dewasa membatasi saya dari terpaan angin kencang di ketinggian hampir 300 meter. Bagi pecinta tantangan adrenalin, silahkan berjalan di atas lantai kaca di sekeliling gedung. Melangkahkan kaki di sini serasa terbang di atas ketinggian kota Shanghai. Sayangnya, penderita acrophobia (takut ketinggian) seperti saya terpaksa harus berjalan di atas lantai kaca ini seperti pemain bola yang cedera. Saya tak bisa melepaskan tangan dari railing besi yang menopang pagar kaca dan harus berjalan sangat pelan. Terkadang bahkan sambil merangkak.

Sponsored by

AirAsia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s