Melacak Sejarah Ndalem Ngabean

Nama Gusti Ngabehi di Yogyakarta memang masih terdengar asing di telinga saya. Berbagai situs di internet pun tak banyak yang berkisah soal beliau. Dari cerita yang saya dengar, Gusti Ngabehi adalah adik dari Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

Saya mendulang nasib baik saat berkunjung ke kota Gudeg ini karena berkesempatan menginap di sebuah penginapan yang bernama Ndalem Ngabean. Dalam literatur Jawa, Ndalem dapat diartikan sebagai rumah atau tempat tinggal. Sedangkan nama Ngabean diambil dari kata Ngabehi yang diyakini bersumber dari nama Gusti Ngabehi, adik sang Sultan.

Arsitektur Jawa terasa mendominasi seluruh bangunan penginapan yang resmi terdaftar di situs Agoda.com ini. sebuah pendopo yang sangat luas menyambut saya di depan penginapan. Langit-langitnya tinggi dengan berhiaskan chandelier dan ukiran di hampir sepanjang rangka langit-langit. Beberapa pilar dari kayu yang juga dihiasi ukiran turut menopang pendopo yang artistik ini. Sentuhan Keraton begitu terasa di penginapan ini. Lokasinya agak terpencil ke dalam di dekat Alun-Alun Kidul sehingga jauh dari hingar bingar jalan raya.

Mungkin itu sebabnya sutradara Conor Allyn langsung jatuh cinta pada tempat ini untuk lokasi pembuatan filmnya, Java Heat. Adegan ledakan dahsyat di awal film action itu berlokasi tepat di pendopo yang menyambut saya siang itu.

Sebuah bangunan rumah tradisi lainnya juga bisa dinikmati di penginapan ini. Rumah Kudus, begitu nama bangunan yang sarat dengan ukiran kayu khas kota kretek itu. Konon bangunan Rumah Kudus ini dibawa langsung dari daerah aslinya, Kudus. Para leluhur ternyata telah menurunkan ilmu arsitektur yang luar biasa di tanah Jawa. Pengelola penginapan menceritakan bagaimana Rumah Kudus ini menganut sistem arsitektur yang tak lazim. Rumah ini bisa dibongkar pasang layaknya para pecandu model kit merakit Tamiya.

Bedanya, diperlukan kejelian tingkat tinggi dan tenaga ekstra untuk membongkar pasang Rumah Kudus dan kemudian mengirimkannya ke daerah lain. Dari pengamatan sekilas saya, tak ada cacat yang ditimbulkan dari proses bongkar pasang rumah ini. Keunikan inilah yang mungkin juga telah mengambil hati Conor Allyn untuk menjadikan Rumah Kudus sebagai lokasi penahanan tokoh Sultana oleh Malik (Mickey Rourke) dalam film Java Heat.

??????????????????????

Ndalem Ngabean ternyata tak cuma sebuah penginapan. Hampir setiap hari bangunan ini dijadikan salah satu daftar kunjungan turis oleh berbagai pemandu wisata. Sejarah Ndalem Ngabeyan memang agak sulit saya lacak. Kisah dari warga sekitar mengacu pada bahwa dulunya daerah ini adalah sebuah perkampungan kecil di kawasan perkampungan Ngadisuryan. Ndalem Ngabean dulunya adalah tempat tinggal para Abdi Dalem Keraton Yogyakarta. Gusti Ngabehi sendiri dikisahkan sebagai sosok yang tak dapat melihat namun mampu bepergian dan mengetahui jika ada orang yang masuk ke dalam Ndalem Ngabean.

Bagian dalam bangunan ini terdapat sebuah bangsal yang diyakini sebagai bangunan utama dan awal dari Ndalem Ngabean. Sejarah Ndalem Ngabean sendiri tampaknya tak bisa terlacak lagi. Tak ada data yang pasti kapan bangunan ini mulai berdiri.

Saat Orde Baru berkuasa, Ndalem Ngabean pernah berganti nama. Informasi yang saya terima menjelaskan bahwa Probo Sutedjo, pengusaha yang juga dikenal sebagai adik dari mantan presiden Suharto sempat mengambil alih bangunan ini. Saat itu tempat ini berubah nama menjadi Probo Sutedjan. Dalam masa ini kemudian terjadi renovasi di beberapa bagian.

Kini, Ndalem Ngabean lebih berfungsi sebagai penginapan, restoran, lokasi kunjungan turis dan bahkan juga bisa digunakan untuk berbagai acara seperti pemotretan dan pernikahan. Kamar-kamar sederhana bernuansa Jawa menjadi tempat saya beristirahat selama bertandang ke Yogyakarta. Karena lokasi dan sejarahnya, konon banyak turis asing yang salah mengira bahwa Ndalem Ngabean adalah pintu masuk Keraton. Sebuah gazebo dan kolam renang terletak di belakang penginapan ini. Turis-turis asing dan lokal silih berganti menikmati atmosfir  Jawa di bagian pendopo.

Segelas teh hangat dan seporsi nasi uduk kemudian menemani saya di depan deretan kamar sambil menikmati suasana khas ala Keraton Yogyakarta di penginapan yang menyimpan banyak kisah sejarah ini.

Ndalem Ngabean:

Jalan Ngadisuryan nomor 6, Yogyakarta. (0274-419199)

Rate: Rp 450.000 – Rp 550.000

Iklan

One response to “Melacak Sejarah Ndalem Ngabean

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s