Wayang Orang Sriwedari Siap Guncang Jakarta

Setelah mengalami masa jaya dan pernah tenggelam dalam masa krisis, kini Wayang Orang Sriwedari asal Solo kembali akan menampilkan pertunjukan terbaik mereka di Gedung Kesenian Jakarta pada hari Sabtu 22 Juni 2013.

Acara yang didukung oleh Komunitas BudayaKu ini memang termasuk spesial. Pasalnya, untuk pentas kali ini yang akan mengambil lakon “Arjuna Tinandhing” dipastikan penonton bakal disuguhi sebuah pentas wayang orang dengan pakem yang aslinya.

Riza Noor, mewakili komunitas BudayaKu menegaskan bahwa sasaran dari pertunjukan ini adalah generasi muda. Kalau pentas dari BudayaKu sebelumnya lebih berbau kontemporer (Wayang Urban), kali ini generasi muda diberi kesempatan untuk menikmati seni tradisi dengan pakem-pakem aslinya.

Agus Prasetyo, pimpinan Wayang Orang Sriwedari yang dalam lakon ini juga akan menjadi sutradara menambahkan keyakinannya bahwa dalam pertunjukan nanti dijamin penonton yang tidak mengerti bahasa Jawa pun tidak akan tertidur.

Wayang Orang Sriwedari yang kini memasuki usia 102 tahun ini juga selalu menampilkan tradisi murni. Kalau pagelaran budaya lainnya harus menggaet artis sinetron untuk meraup penonton, Wayang Orang Sriwedari justru pantang melakukan hal itu. “Kami tidak akan pernah menampilkan selebritis”, tegas Agus.

Di zaman yang serba mengagungkan popularitas instan ini memang merupakan sebuah tantangan besar bagi kesenian macam Wayang orang Sriwedari yang cukup tegas dengan tradisi murninya. Tapi dengan kesungguhan dan kematangan dalam berseni, Agus meyakinkan bahwa pentas kali ini akan menarik perhatian penonton Jakarta yang majemuk. “Tak perlu mengerti bahasanya, cukup dengan mengerti keindahannya”, jelas Agus yang memimpin Wayang Orang Sriwedari sejak Januari 2012.

Keyakinan Agus memang cukup beralasan. Pasalnya, kesenian yang sudah mengalami jatuh bangun ini kini sedang beranjak sukses. Wayang Orang Sriwedari bermula saat grup wayang milik Lie Sien Kuan yang direkrut oleh Paku Buwono X untuk mengisi pentas di Taman Sriwedari pada tahun 1899. Grup wayang orang Sriwedari baru resmi berdiri pada tahun 1912.

Pada tahun 1946, para pemain yang tadinya berstatus Abdi Dalem, diberi status pegawai negeri dan digajih oleh pemerintah. Masa jaya Wayang Orang Sriwedari berada pada rentang 1950an hingga akhir 1970an. Tidak adanya regenerasi yang baik dan merambahnya hiburan modern menyebabkan popularitas Wayang Orang Sriwedari kian merosot, terutama pada dekade 1990an.

Krisis ini kemudian membuat pemerintah kota Solo untuk turun tangan. Operasional ditangani oleh pemerintah dan beberapa pemain kembali diangkat menjai pegeawai negeri sipil. Kini Wayang Orang Sriwedari dipenuhi penonton hingga 300 orang jika akhir pekan tiba.

“Dulu kami hanya ditonton satu orang penonton”, kenang Agus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s