Pentas Ariah Meriahkan HUT DKI

Jakarta tampaknya ingin berbeda dalam ulang tahunnya kali ini. Sekitar 200 penari, 120 musisi dan sebuah panggung yang diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia dipersiapkan untuk menyambut ulang tahun ibukota yang ke 486.  Menggaet Atilah Soeryadjaya, sang sutradara Matah Ati, sebuah pentas tari kolosal bertajuk “Ariah” pun digelar. Kalau Matah Ati bersetting budaya Jawa, Ariah mengambil setting budaya Betawi di masa lampau di mana para centeng masih semena-mena dan para mandor tak ambil pusing menginjak-injak rakyat jelata.

Pentas ini diadakan tanggal 29-30 Juni 2013 di lapangan Monas pukul 19.00 WIB. Tampaknya penata artistik, Jay Subiyakto berambisi untuk memaksimalkan ikon Jakarta ini dalam pentasnya kali ini. Panggung berukuran super besar dan permainan cahaya disertai lontaran kembang api menjadi buktinya.

Nama Ariah ternyata punya makna sendiri bagi Jay Subiyakto. Ariah yang dalam bahasa Yunani berarti Suci, bahkan dalam bahasa Italia berarti melodius dan juga udara, dalam legenda Betawi malah terkenal sebagai nama seorang perempuan yang hidup di tahun 1860-an yang berjuang demi membela kehormatan dan harga dirinya. Bahkan Ariah menjadi simbol perlawanan terhadap pendindasan dan pengkhianatan atas kaumnya bahkan bangsanya.

Iklan

One response to “Pentas Ariah Meriahkan HUT DKI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s