Pesona Rosana

Lampu diredupkan, alunan musik tradisional mohori dan pinpeat  mengawali pentas. Tiga orang penari muncul dengan mengenakan pakaian adat Kamboja. Melanggak-lenggok di atas panggung, melempar senyum dan mengayunkan jari yang lemah gemulai. Ini bukan panggung tarian tradisional, sebetulnya. Tapi panggung Rosana Broadway Cabaret di Siem Reap, Kamboja. Sebuah pentas yang dilakoni oleh para ladyboys alias waria.

Saya menyinggahinya karena pentas ini juga memiliki kemiripan dengan pentas kabaret di negeri tetangganya, Thailand, di mana semua pelaku pentasnya adalah waria. Selama ini saya salah, karena berpikir bahwa kabaret macam ini hanya ada di Thailand. Tapi Kamboja ternyata juga memiliki pentas yang sama di Siem Reap. Rosana Broadway Cabaret menggelar pertunjukannya setiap hari setiap pukul 18:00, 19:30 dan 21:00.

saya menikmati makan malam terlebih dahulu sebelum menyaksikan pertunjukan. Gedung pertunjukan memang dirancang khusus agar penonton bisa makan malam sebelum nonton. Gedung ini cukup besar dengan lahan parkirnya yang juga luas. Maklum saja yang parkir di sini adalah bus-bus pariwisata yang mengantar turis. Kelihatannya kabaret ini jadi salah satu daftar kunjungan unggulan bagi para turis menyandingi Angkor Wat. Pentas kabaret ladyboys di Thailand memang sudah populer, tapi di Kamboja? Saya pun baru tahu malam ini. Istilah lokal juga disebut dengan katoey.

Setelah pentas tarian tradisional digelar, panggung pun gelap. Narator mengucapkan selamat datang dan setelah itu, layar panggung dibuka. Sosok biduan berbaju bidadari muncul diiringi beberapa penari. Pelakunya adalah para waria meski ada juga pria (bergaya gemulai, tentunya). Show diawali dengan seremoni selamat datang. Sang bidadari tersenyum ke penonton, ia menyanyikan sebuah lagu dan disambut tepuk tangan meriah penonton. Cahaya lampu silih berganti menyorot sang bidadari dengan berbagai warna.

Pentas mengalir dengan tarian dan lagu-lagu, baik lokal maupun internasional. Ada yang mewakili Jepang (penyanyinya tampil dengan kimono lengkap), Cina dan bahkan Korea. Untuk yang terakhir ini jangan bayangkan gadis Korea yang cantik bak serial drama Korea itu. Seorang pria menirukan gaya Psy tampil menghentak penonton dengan gaya komedi. Sayangnya, sang Psy ini tak didampingi dancer cantik, tapi katoey yang kadang tampil kocak.

Tak semua katoey tampil berparas ala Miss Universe. Ada juga yang tampil sebagai pria tulen (meski beberapa mengenakan hotpants), ada juga yang bertubuh besar dengan dandanan menor. Ini memang sesi komedinya. Kisahnya, sang katoey menor ini sedang jatuh hati pada pria tampan (yang sebetulnya juga tampil gemulai). Lalu dengan gaya yang mengocok perut, sang katoey minta dirayu. Sang pria enggan dan justru berpaling pada gadis lain yang lebih seksi. Sang katoey menor pun kecewa dan lari ke bangku penonton. Nah, bagi penonton pria yang “beruntung”, bisa mendapat kecupan langsung di pipi darinya. Untungnya pria “beruntung” itu bukan saya. Setelah itu, sang katoey menor kembali ke panggung sambil berteriak “I love you!”… Tapi dengan suara yang mirip seorang komandan tentara!

Pentas berlanjut dengan berbagai pertunjukan musik dan tari. Ada juga yang tampil dengan kepriadian ganda ala Hudson di Indonesia. Sisi kiri wanita dan sisi kanan bak pejantan tangguh. Tapi tak cuma memamerkan ketrampilan mengolah suara cewek dan cowok saja, sang Hudson Kamboja ini juga memperagakan gaya bercinta antara pria dan wanita yang diperagakan oleh satu orang saja. Jangan khawatir, ini tidak porno meski saya tak menyarankan anak kecil menontonnya.

Selesai pentas, saya bisa berfoto bersama para katoey dengan tarif USD 1 untuk sekali foto. Beruntung, saya justru bisa gratis berfoto keluarga dengan mereka yang penuh pesona ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s