Arjuna pun Ikut Galau

photo by: Image Dynamic

photo by: Image Dynamic

Kerajaan Pancala sedang kebingungan. Prabu Drupada kewalahan karena begitu banyak raja-raja yang ingin mempersunting puterinya, Srikandi. Di sisi lain, Srikandi yang dilatih untuk menguasai ilmu memanah justru jatuh cinta pada guru memanahnya sendiri, Arjuna. Sang “Panah Asmara” pun diam-diam juga mencintai Srikandi.

Prabu Drupada kemudian menggelar sayembara, barang siapa yang berhasil mengalahkan jurus memanah Srikandi, boleh memboyongnya untuk dijadikan istri. Namun sang penantang haruslah seorang wanita. Arjuna pun galau karena ia tahu para pelamar yang membludak itu tidak memiliki cinta yang tulus. Hanya warisan kerajaanlah yang diincar. Ini berarti ancaman bagi keluarga kerajaan Pancala. Raja-raja seberang mengutus puteri-puteri mereka untuk datang ke Pancala dan beradu ilmu memanah dengan Srikandi.

photo by: Image Dynamic

photo by: Image Dynamic

Arjuna bertambah galau dengan kondisi ini sampai akhirnya Sembodro (istri Arjuna) menganjurkan Arjuna untuk ikut juga dalam sayembara. Sembodro merelakan suaminya untuk kemudian menikah dengan Srikandi jika menang nanti, demi keselamatan kerajaan Pancala. Arjuna pun memilih Larasati sebagai utusan memanahnya. Pertarungan jurus memanah berlangsung sengit, namun akhirnya Larasati berhasil memenangankan sayembara. Arjuna dan Srikandi pun kini menyatu dalam kasih.

Itulah  kisah yang diangkat dari lakon Arjuna Galau yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (15/9). Tidak seperti pentas wayang orang biasa, Arjuna Galau tampil dengan muatan-muatan anak muda. Amink, Feni Rose, Tina Toon, Maudy Koesnaedi adalah sederet artis yang ikut meramaikan pentas ini. Ada lagi tokoh masyarakat seperti KRMT Roy Suryo dan Marie Elka Pangestu yang juga ikut tampil.

photo by: Image Dynamic

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

Arjuna Galau malam itu tampil menghibur dan cukup berhasil mengangkat dunia wayang orang pada selera anak muda. Tanpa melanggar pakem-pakem yang sudah ada, Arjuna Galau mencoba berimprovisasi melalui para pemainnya. Cukup terkejut saat di tengah pertunjukan tiba-tiba ada sesi tarian break dance yag diiringi musik hip hop. Lalu para penari jathilan yang tampil dengan gaya gangnam dan masuk panggung dengan menggunakan bus transjakarta.

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

photo by: Yudasmoro

Pentas ini adalah persembahan dari Wayang Orang Indonesia Pusaka (WOIP) pimpinan Jaya Suprana yang bekerja sama dengan Djarum Apersiasi Budaya. Diluar kesuksesan pentas ini, kekurangan masih terlihat di sana-sini. Tata suara yang beberapa kali mati dan pergantian digital backdrop yang beberapa kali tak mulus sempat mengganggu jalannya pertunjukan meski secara keseluruhan pentas ini cukup menghibur. Deretan selebritis pun tak banyak membantu meski saya menaruh hormat pada Maudy Koesnaedi yang tampil sangat total dengan tembang Jawanya. Menpora KRMT Roy Suryo juga berusaha untuk tampil maksimal meski masih terlihat kaku. Sayangnya, selama pertunjukan saya gagal menemukan yang mana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu.

Di tengah kegalauan tentang redupnya minat generasi muda terhadap seni tradisi, Arjuna yang juga ikut galau ini justru berhasil memberikan sedikit harapan. Setidaknya harapan untuk menjadi tertarik dengan kisah-kisah dunia pewayangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s