You Never Eat Alone in Malone’s

“Ke mana pun kamu pergi akan menemukan menu tradisional,” tegas Patrick Farjaz, Corporate Executive Chef di Molly Malone’s Irish Pub di Jakarta. Ini bukan sekedar pub di mana pengunjung bisa menyantap menu, menenggak bir dingin dan ngobrol menghabiskan waktu. Molly Malone’s Irish Pub yang berlokasi di Plaza Arcadia Senayan level 1 ini merupakan pub yang disesain khusus dengan nuansa tradisi Irlandia.

Tembang Salvation menyambut saya begitu memasuki lobby Molly Malone’s . Lagu dari grup Irlandia, The Cranberries ini melengkapi atmosfir Irish di lobby. Kursi yang terbuat dari kayu dengan desain tradisional, dinding yang dipenuhi foto dan lukisan, beberapa barang antik dan botol bir mendominasi interior.

Chef Patrick siang itu menyambut saya dengan ramah. Master Chef berdarah Perancis asal Kalifornia yang sudah melanglang dunia ini menyuguhkan Beef Ribs untuk saya. Dengan porsi 500 gram, tentu saja ini sudah membuat saya hampir kekenyangan.

“Saya berusaha semaksimal mungkin menggunakan bahan lokal meski untuk daging kami masih harus impor”, tegasnya. Selain bicara soal menu, Chef Patrick yang sudah 10 bulan menetap di Jakarta ini juga punya banyak opini tentang ibukota. “Masyarakat Indonesia sangat ramah dan bahan masakan di sini sangat beragam,” tambahnya.

Dibuka pada Juni 2012, Molly Malone’s adalah pub Irlandia kedua di Jakarta. Pub ini adalah bagian dari grup yang sama dengan Murphy Irish Pub di Kemang. Lokasinya yang berada di pusat bisnis Jakarta, membuat Molly Malone’s adalah tempat yang pas untuk melepas penat setelah rutinitas kantor. Musik khas Irlandia, aneka bir dan hidangan khas Irish  membuat saya ingin lebih berlama-lama di sini.

Kru yang ramah juga senantiasa membantu dalam memilih menu. Tak cuma menghidangkan menu barat, di sini saya juga menemukan menu Nasi Goreng dan Mie Goreng. Chef Patrick sepertinya tak mau melupakan akar kuliner lokal. Itu sebabnya Molly Malone’s juga memiliki sekitar 9 jenis bir, baik lokal maupun yang asli Irlandia.

Chicken Liver Mousse yang dihidangkan bersama menu Big Plate adalah salah satu bukti kesetiaan Chef Patrcik akan menu tradisi. Hati ayam yang dilebur dengan berbagai bumbu ini menjadikan menu yang biasanya tampil sebagai home cooking ini jadi lebih elegan tanpa meninggalkan akarnya. Meski dihidangkan dengan paras mewah, rasa hati ayam dan nuansa pedas yang terasa langsung mengingatkan saya pada seikat ati ampela yang biasa menjadi pendamping nasi saat saya makan di warung. “Masakan tradisi adalah yang terbaik, sebaik resep masakan ibu atau nenek kita,” kata Chef yang senang ngobrol ini.

Big Plate sebetulnya adalah menu untuk 2 orang. Calamary, onion ring, pate, chicken wing dan saus tartar adalah hidangan yang terdapat di dalamnya. Didampingi segelas bir dingin, menu ini akan menjadi sempurna.

Menurut Chef Patrick, di sinilah pengunjung bisa menikmati bir dan hidangan lainnya sambil mengobrol, menyaksikan sepak bola atau live music. Sambil menyantap hidangan, tembang-tembang dari sederet musisi Irlandia terus mengalun. Kali ini giliran U2 dengan Sunday Bloody Sunday. Seperti yang diyakini Chef Patrick bahwa unsur tradisi tak boleh dilupakan, unsur tradisi Irlandia di sini memang begitu hidup.

Molly Malone’s Irish Pub

Plaza Arcadia senayan level 1

Shop – Unit X-111 and X-112

Senayan – Jakarta

Iklan

One response to “You Never Eat Alone in Malone’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s