Hidangan Mandailing di Jakarta

Saya memang bukan penggemar berat kopi. Tapi secangkir Kopi Takar yang menjadi ciri khas dari kuliner Mandailing tentunya tak bakal saya tolak. Saya mengunjungi rumah makan Makan Mandailing yang berlokasi di daerah Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Sepintas, rumah makan ini mirip rumah makan Padang dengan piring yang ditumpuk-tumpuk di balik kaca depan rumah makan.

Ada cukup banyak menu yang menggoda selera. Saya memilih Asam Pode, Arsik, Taucho, Telur Ikan, Rondang (rendang), Pahu (sayur pakis dan rebung) dan Kuling-Kuling (kikil). Secara penampilan, hidangan Mandailing tampak mirip dengan restoran Padang. Tapi untuk Rendang, hidangan  Mandailing lebih memilih untuk memasaknya dengan hampir garing. Berbeda dengan Rendang gaya warung Padang yang biasanya tampil lebih basah dan berkuah.

Saya tertarik pada menu Telur Ikan yang tampil dengan warna oranya dan merah. Mungkin selera saya bertentangan dengan kampanye para aktifis lingkungan. Tapi menu ini terus terang menjadi pilihan saya selama menyantap hidangan Mandailing. Dan untuk sementara, Telur Ikan lah juaranya. Setidaknya dari soal rasa, bukan soal ekosistem lingkungan.

Tadinya saya ingin mencicipi segarnya segelas Markisa, namun perhatian saya tertuju pada poster besar bertuliskan “Kopi Takar” dengan gambar kopi yang terhidang di sebuah cangkir yang terbuat dari batok kelapa. Maka jadilah Kopi Takar menjadi pelengkap santap saya di rumah makan Mandailing ini.

Rumah makan ini bentuknya sederhana dengan kursi-kursi kayu yang tampil semi-antik. Ada rak khusus yang menjual beberapa cemilan sebagai oleh-oleh termasuk buku-buku puisi dan sastra Tanah Minang. Seru juga!

Masyarakat Mandailing memiliki latar sejarah dan budaya yang menarik. Meski terletak di Sumatera Utara, tapi konon orang Mandailing sendiri menolak disebut sebagai suku Batak. Sejarah mencatat bahwa Mandailing berasal dari Kerajaan Kalinga sebelum era kejayaan Sriwijaya.

Kopi Takar menurut informasi yang saya baca berarti Kopi Tempurung. Ini wedhangan  khas warga Mandailing yang populer. Sayangnya, saya belum mendapatkan sejarah asal-usul kopi ini. Yang jelas,  kopi ini disajikan dengan gelas khusus, gula aren, gula pasir dan krimer. Semua disajikan terpisah dan saya tinggal mencampurnya sesuai selera. Tak ketinggalan disajikan pula cangkir batok kelapa lengkap dengan kayu manis sebagai pengaduknya.

Saya memilih gula aren sebagai pemanis kopi agar terasa lebih orisinil dan berbeda. Dengan pengaduk dari kayu manis, rasa kopi ini memang beda dari kopi yang biasa saya minum. Tentu saja ada rasa “alam” yang mencuat. Manisnya berbeda! Namun, jika gula aren menjadi pilihan pemanis Anda, saya tidak menyarankan krimer sebagai pelengkapnya.

Rumah Makan Mandailing

Jl. Tanjung Barat Raya kav. 83, Jagakarsa, Jakarta Selatan

 

Iklan

8 responses to “Hidangan Mandailing di Jakarta

  1. Penyajian opinya unik. Wadah minum batok kelapanya mengingatkan saya pada Kopi Kawa Daun di Sumatra Barat. Hanya saja bahan dasar kopi itu adalah daun kopi, bukan bijinya. Rasanya pun seperti campuran sedikit kopi dan teh; ringan.

  2. Utk informasi ada kedai kopikawadaun di jln proklamasi no 24c dkt pasar agung depok 2 timur. Lengkap dgn makanan khas minangnya asli dari tanahdatar. Awalnya mrk buka diluar negeri skrg buka cabang di depok. Selamat mencoba

  3. Selamat siang, mas. Salam kenal. Saya tertarik banget untuk nyoba rumah makan mandailing ini. Saya sudah coba restoran Tapanuli Selatan di daerah tebet, tapi belum pernah coba yang ini. Patokany apa ya untuk restoran ini?

    • Hi..salam kenal. Kalo patokannya agak lupa ya tapi seingetku ini nggak jauh dari stasiun tanjung barat. Dia di pinggir jalan tanjung barat raya yang dari arah Depok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s