Cerita Dari Terengganu #3: Kepincut Bakut

Kedai makan Siang Ping mengklaim dirinya sebagai salah satu rumah makan oriental yang menghidangkan menu Ba Kut Teh terbaik di Malaysia. Rumah makan di Jalan Kampung Cina ini tergolong sederhana. Tipikal rumah makan chinese food yang dikelola oleh dinasti keluarga turun temurun. Pemiliknya mengaku bahwa kedai ini masih ada hubungan dengan salah satu kedai Ba Kut Teh di Port Klang yang terkenal.

Ivan Henares, blogger dari Filipina menunjuk rumah makan Siang Ping ketika kawan saya, John Lee dari Malaysia mencari rumah makan dengan menu Ba Kut Teh. Kawasan China Town di Kuala Terengganu, Malaysia sedikit mirip dengan Jonker Street, Melaka. Bedanya, di sini lebih lebar jalanannya dan tentu saja lebih sepi.

Ba Kut Teh (non halal) lazim dikenal di Jakarta dengan nama Bakut. Ini sejenis sop kuah bening dengan potongan daging babi dan rasa asin yang cukup tajam. Ivan Henares punya alasan sendiri kenapa ia memfavoritkan Ba Kut Teh di Siang Ping. “They have big bones!” katanya sambil menunjuk potongan tulang babi yang cukup besar di dalam panci. Tulang memang sering kali dijadikan bumbu ampuh untuk menghadirkan rasa kaldu yang kuat.

Tak lengkap tanpa minum teh

Ba Kut Teh diduga berasal dari sebuah kawasan pemukiman warga Tionghoa di Malaysia. Menu ini kemudian terkenal di daerah Singapura dan Kepulauan Riau. Dunia kemudian mengenal Ba Kut Teh sebagai kuliner oriental yang lahir dari warga Tionghoa di Selat Malaka.

Dari namanya, Ba Kut Teh bisa diartikan sebagai “daging, tulang dan teh”.  Memasak Ba Kut Teh tak sesederhana tampilannya. Butuh aneka bumbu herbal dan waktu memasak daging hingga berjam-jam untuk mencapai level kematangan yang pas. Dulunya, menu ini sering didampingi oleh segelas teh oolong. Mungkin dari situlah kemudian tercipta nama Ba Kut Teh.

Seorang wanita pemilik kedai menyambut saya dengan bahasa mandarin. Saya tak paham, tapi untungnya John Lee dan Joyce Koh, rekan saya dari Malaysia sangat fasih dengan bahasa ini. Si wanita kemudian meramu tiga porsi Ba Kut Teh. Di depannya terdapat panci besar dengan air mendidih dan banyak potongan daging babi.

Tak sampai sepuluh menit, menu ini tersaji di depan saya. Mangkuknya yang terbuat dari bahan gerabah agak unik bentuknya dengan tangkai kecil di sampingnya. Karena dimasak dengan kuah yang dididihkan terus-menerus, menu ini dihidangkan dengan asap tipis yang masih mengepul di depan saya. Di dalamnya terdapat potongan jamur, selada, daging ikan, sejenis pangsit goreng dan iga babi. Rasa asin terasa cukup kuat. Untuk menetralisir, saya menambahkan soy sauce dan potongan cabe merah. Semangku Ba Kut Teh saya santap dengan seporsi nasi putih. Dengan harga tak sampai RM 15 per porsi, menu ini cukup membuat perut saya kenyang kewalahan.

Deretan kuliner

Jalan Kampung Cina cukup populer di Kuala Terengganu. Layaknya kawasan Pecinan, area ini dipenuhi bangunan beraksen Tiongkok dan tentu saja deretan chinese food yang menebar aroma ke sepanjang jalan. Salah satu lokasi yang terkenal bagi pelancong yang kelaparan di sini adalah Town City food Court. Di sini tersedia berbagai menu chinese food seperti kwe tiauw, bihun, nasi goreng,  baik halal maupun non halal.

Ingin menyejukkan diri di tengah cuaca Terengganu yang menyengat, bisa mampir di kafe Star Anise. Lokasinya bersebelahan dengan sebuah gang yang dipenuhi mural berwarna-warni. Menu yang dijual tak lebih dari beberapa jenis kopi seperti espresso, cappuccino dan aneka jus. Kafe ini hanya menyediakan main course untuk makan pagi dan makan malam. Untuk makan siang, hanya menyediakan beberapa pilihan cake saja. Star Anise memang dirancang untuk beristirahat, lobbynya tak besar, namun sangat nyaman untuk ngobrol dan berlama-lama sambil menikmati nuansa minimalis dan semi tradisional sebagai atmosfer lobby.

 

Supported by 1977144_689627361078285_181560165_n

Iklan

One response to “Cerita Dari Terengganu #3: Kepincut Bakut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s