City Tour Bersama Mpok Siti

Sudah lama saya merindukan fasilitas wisata keliling Jakarta yang nyaman dan murah meriah. Namun Pemda DKI ternyata memberikan lebih dari yang saya bayangkan. Bulan Februari 2014 warga DKI sudah bisa menikmati jalan-jalan gratis keliling daerah-daerah wisata di Jakarta. Areanya memang masih terbatas dan mengacu pada jejak masa lalu di era Batavia. Tapi bus double decker berwarna biru dan kuning gading ini cukup menjawab antusiasme saya yang haus wisata dalam kota.

Call me Mpok Siti

Karena saya naik bus ini di hari Minggu, maka operasionalnya mulai jam 12:00 sampai jam 19:00. Selain hari Minggu, bus ini beroperasi dari jam 09:00 sampai 19:00. Informasi ini memang tak terpampang di halte bus tapi sangat jelas tertera di akun twitter resmi bus @CityTourJakarta. Dari akun twitter ini jugalah saya baru tahu kalau bus ini punya nama resmi, Mpok Siti!

Ironsinya, informasi tentang Mpok Siti tidak bisa saya temukan di situs resmi pariwisata Jakarta. Saya justru kerap menemukannya di blog atau portal berita. Urusan pariwisata, untuk kesekian kalinya saya harus lebih percaya pada teman-teman blogger  daripada situs resmi pemerintah.

Mpok Siti ternyata memiliki rute perjalanan berbeda di akhir pekan. Bus yang saya naiki punya titik perhentian di Bundaran HI dan Sarinah Thanmrin. Rutenya selain menyusuri Jalan Thamrin juga meluncur ke arah Harmoni, berbelok ke arah Pecenongan, melewati halte Pasar Baru dan mengarah ke Istiqlal dan Balai Kota sebelum kembali ke Bundaran HI dengan berhenti di Sarinah Thamrin.

Di hari biasa, Mpok Siti berhenti di semua halte yang bertanda khusus City Tour. Tapi khusus di hari Sabtu dan Minggu, Mpok Siti hanya berhenti di beberapa halte. Tentu saja ini untuk menghindari kemacetan dan kepadatan penumpang.

Belajar antri

Dari jadwal jam 12:00, Mpok Siti sempat ngaret saat saya harus menunggu 45 menit di halte Bundaran HI. Haltenya biasa saja, tidak ditambahi fasilitas khusus dan hanya ada sign bergambar bus tingkat bertuliskan City Tour.

Karena ini fasilitas gratis, tentu saja siapa pun boleh ikut tur ini. Termasuk orang-orang yang mengira pintu otomatis bus ini sama seperti pintu di rumah yang bisa dibuka dengan tuas pembuka pintu. Dan yang pasti, orang-orang yang harus belajar lagi tentang definisi antri. Tak peduli ada anak kecil, ibu-ibu bertubuh besar dan bapak-bapak berbadan tegap sangat tega mendorong dan menyikut anak balita demi merasakan nyamannya udara AC. Karena ini fasilitas gratis dan bisa digunakan semua kelas masyarakat, saya sangat maklum! Untung saja rencana gratis ini hanya untuk tahun 2014 saja.

Ada seorang petugas yang menangani arus masuknya penumpang. Tugas paling beratnya adalah membuat penumpang antri dengan tertib. Di dalam bus ada seorang wanita yang menjalani tugas sebagai pemandu. Sepanjang jalan ia memandu penumpang dengan berbagai informasi sejarah Jakarta.

Di luar dugaan saya, Mpok Siti cukup nyaman meski bentuk bus ini biasa saja. Di lantai dua, pemandangan cukup luas karena kaca jendela yang cukup lebar. Di bagian atap juga terdapat kaca untuk menambah cahaya di dalam bus. AC cukup terasa dingin dan kondisi bus cukup bersih. Selama perjalanan tidak boleh ada penumpang berdiri, apalagi makan dan minum.

Jenis penumpang pun bermacam-macam. Ada rombongan keluarga yang ingin jalan-jalan gratis seperti saya, ada juga yang hanya numpang ngadem (biasanya orang dewasa, selama perjalanan tidak antusias sama sekali dan bahkan tidur pulas), ada juga pasangan muda-mudi dan kelompok anak muda yang cekikikan (biasanya bau keringat karena habis jogging di CFD). Sejauh ini saya tak melihat tanda-tanda ada copet.

Iklan

2 responses to “City Tour Bersama Mpok Siti

  1. Mas Yudas,
    Terima kasih atas review Mpok Siti nya, rencana mau ajak anak akhir bulan ini nyobain naik Mpok Siti.
    Setuju dgn mas, saya juga nyari informasi ke situs resminya PemKot gak ada informasi yang lengkap ttg. Mpok Siti ini, malah saya dapet informasi dari para blogger.
    http://anto-cihui.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s