Markas Kreatif di Kinema

Saat saya sudah terdoktrin bahwa film-film apik itu adalah trademark Hollywood, tentu saja saya kaget saat mengunjungi PT. Kinema Systrans Multimedia di Batam. Berdiri di kawasan Nongsa, studio yang ternyata sudah memproduksi banyak karya bertaraf internasional ini menyambut saya dengan unik. Ada deretan lonceng besar yang digantung di depan pintu masuk. Bentuknya seperti lonceng peninggalan zaman VOC yang ada di museum. Melihatnya saja sudah bisa mengira bahwa benda ini pasti beratnya mencapai ratusan kilogram. Tapi namanya juga industri kreatif, Direktur Teknikal PT. Kinema Systrans Multimedia, Daniel Harjanto memukul lonceng-lonceng VOC itu sambil tertawa. “Ini imitasi”, candanya. Kinema memang punya mimpi besar untuk menjadi yang terbaik di Asia dalam industri film.

Kinema memang baru berdiri tahun 2005, tapi industri kreatif ini sudah menorehkan banyak prestasi. Serial Seranggon Road yang populer di HBO, film animasi Garfield, Peter Rabbit, Tatsumi, dan Meraih Mimpi adalah sebagian karya para seniman di Kinema yang beberapa bahkan sudah meraih penghargaan internasional.

Museum sinema

Menurut Sales & Marketing Kinema, Lena Mardians, barang-barang yang sudah digunakan untuk pembuatan film tidak dibuang begitu saja. Pihak studio menyimpannya di sebuah ruangan yang sekarang berfungsi sebagai museum. Ruangannya tak terlalu besar dan diterangi cahaya temaram dengan nuansa tahun 1940-an. Sudut ruangan dipenuhi barang peninggalan syuting serial Serangoon Road. Ada meja, kursi, laci, lemari, topi, pisau, gelas hingga foto-foto hitam putih dari para aktor Serangoon Road.

Di ruangan sebelahnya, cahaya lebih terang karena terdapat jendela besar di sisi ruangan. Di sini tersimpan properti seperti baju, topi, dan segala jenis persenjataan mulai dari pistol hingga kelas senapan mesin. Penasaran, saya sempat mencoba menggenggam sebuah senapan sergap yang tampak asli. Terbuat dari besi dengan berat mendekati senjata sungguhan, tentu saja senapan ini sangat mirip dengan aslinya saat di genggaman saya.

Serangoon Road

Serial produksi HBO Asia yang bekerjasama dengan Australian Broadcasting Corporation (ABC) ini berkisah tentang drama investigasi seorang detektif di Singapura tahun 1960-an. Saat itu, di negeri singa memang terjadi gejolak politik yang panas. kekerasan terjadi di jalanan dan korban pun berjatuhan.

Mengunjungi Kinema, saya berkesempatan meninjau langsung lokasi pengambilan gambar serial ini. Lahannya cukup luas dengan imitasi bangunan yang memenuhi sisi jalan di lokasi. Menggambarkan suasana Singapura tahun 1960-an, Kinema menyiapkan lokasi ini dengan detil. Tidak hanya bentuk bangunan kuno, tapi juga hal kecil seperti warung kopi, toko obat dan toko kelontong yang dipenuhi barang dagangan. Di sini saya bisa menemukan tumpukan rokok jadul dengan kemasan sesuai aslinya, makanan ringan dan botol-botol minuman era vintage.

Belum ada rencana untuk membuka studio Kinema sebagai objek wisata seperti Universal Studio. Tapi menurut Daniel Harjanto, Kinema sedang mengusahakan hal itu. Saat ini, Kinema sering bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk belajar tentang dunia film, khususnya animasi.

Mirip sungguhan

Kinema memiliki sound stage dengan ukuran seperti hangar pesawat terbang. di dalamnya terdaapt berbagai properti shooting seperti reruntuhan tembok yang ternyata terbuat dari bahan gypsum, lorong buatan yang bernuansa film horor, ruang penjara yang suram dan kamar penyiksaan lengkap dengan peralatannya. Saya jadi teringat film-film psycho yang kerap mengumbar adegan penyiksaan super sadis.

Mimpi animasi

Kinema juga terkenal dengan produksi animasinya. Serial Garfield di Cartoon Network, Tatsumi, Peter Rabbit, Meraih Mimpi, Chicken Town dan Rollbots adalah beberapa karya yang diciptakan dari para animator muda di Kinema. Film animasi pertama yang diproduksi di sini adalah “Sing to the Dawn” (versi Indonesia: Meraih Mimpi) pada tahun 2005 dan dilanjutkan dengan beberapa produksi untuk Perancis dan Kanada. Film Tatsumi bahkan mendapat kehormatan untuk diputar di Cannes, meraih penghargaan Best Animated Feature di Barcelona dan masuk kategori Best Foreign Film pada Academy Award 2012.

Dengan segudang prestasi dan karya apik, Kinema masih menjadi anak tiri dalam perhatian pemerintah. Meski ekonomi kreatif sudah dilembagakan oleh negara, tetap saja belum mampu mewadahi kreativitas anak negeri. “Kami berharap pemerintah mau memperhatikan kami”, jelas Daniel Harjanto.

Iklan

3 responses to “Markas Kreatif di Kinema

    • sampai sekarang setahu saya Kinema belum bisa dikunjungi secara personal. saya ke sana bersama rombongan media. menurut mereka sih sebetulnya bisa siapa saja datang ke sana tapi harus izin dulu. mungkin Eka bisa coba kontak mereka dulu. karena katanya banyak juga kunjungan2 rombongan terutama mahasiswa

    • sampai sekarang setahu saya Kinema belum bisa dikunjungi secara personal. saya ke sana bersama rombongan media. menurut mereka sih sebetulnya bisa siapa saja datang ke sana tapi harus izin dulu. mungkin Eka bisa coba kontak mereka dulu. karena katanya banyak juga kunjungan2 rombongan terutama mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s