Koki “Pemberontak” Hadir di Jakarta

Matt Basile awalnya adalah pegawai kantoran biasa yang hidup di Toronto, Kanada, mencari nafkah berdasarkan jam kerja kantoran, duduk di hadapan komputer dari pagi hingga menjelang malam dan akrab dengan sekian banyak peraturan kantor yang mengikat. Matt kemudian merasa bahwa pekerjaannya tak akan memberikan kepuasan dalam waktu yang lama. Mencintai dunia kuliner sejak kecil, akhirnya Matt meninggalkan pekerjaannya sebagai penulis dan memulai petualangan kulinernya sendiri dengan truk makanan. Jiwa bisnis Matt pun semakin menjadi-jadi saat warga Toronto mulai mencintai masakannya. Di saat itulah resep spontan Matt kemudian mulai tercipta dengan nama Extremo Sandwich. Resep sandwich bergaya Toronto – Kuba ini menjadikannya mendapat julukan Fidel Gastro. Perlahan, acara masak di jalanan yang ditayangkan Asian Food Channel (AFC) ini mulai menuai sukses. Nama acaranya pun unik, Rebel Without A Kitchen. Meski bernada nyeleneh, acara ini justru mendatangkan penggemar tersendiri. Selain lihai memasak, Matt juga dianggap menginspirasi jiwa entrepreneur kaum muda.

“Pemberontakan” di Jakarta Di bawah dukungan AFC, Matt Basile melakukan tur keliling Asia dengan mengunjungi beberapa negara seperti Singapura, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Di Jakarta, koki “pemberontak” ini sempat berjumpa dengan para penikmat kuliner pada Senin (22/9) di Bacco, Lotte Shopping Avenue. Acara makan malam ini menghadirkan masakan karya Matt yang mengkombinasikan hidangan Amerika Utara dengan sedikit penyesuaian lidah Indonesia. Selain menikmati hidangan Matt, saya dan para undangan juga berkesempatan menikmati single malt olahan The Balvenie Malt Master, David Stewart. Balvenie adalah satu-satunya penyulingan wiski di Skotlandia yang masih menggunakan cara tradisional dalam membuat single malt Scotch Wishkey

octopus with fennel and blood orange

octopus with fennel and blood orange

Octopus with Fennel and Blood Orange menjadi menu pembuka. Potongan gurita yang dihidangkan dengan potongan jeruk ini punya kombinasi rasa yang unik. Untuk mengimbangi rasa seafood, Matt menghadirkan jeruk yang beraroma asam. Hidangan ini didampingi oleh Balvenie 21 YO yang memberikan efek panas cukup cepat dan mentralkan rasa di mulut.

salsa verde grilled beef hearts

salsa verde grilled beef hearts

Kedekatan Matt dengan street food memberikannya inspirasi untuk menyelipkan menu Indonesia dalam sajian 5 course-nya. Salsa Verde Grilled Beef Heart memberikan kepuasan bagi para pecinta hati sapi. Matt menghadirkan menu ini dengan cara masak goreng tepung dan menyelipkan tusuk sate melingkar di bagian tengah. Hati sapi terasa empuk dengan rasa yang berpadu dengan saus Salsa bertabur kacang. Balvenie 12 YO Doublewood menjadi pendamping hidangan ini untuk menghilangkan efek rasa hati sapi dan menghilangkan lemak di mulut.

lamb zoupa and bread

lamb zoupa and bread

Lamb Zoupa and Bread menjadi penghantar sebelum masuk ke menu utama. Menu ini tampilannya lebih mirip sup buntut dengan kuahnya yang memenuhi piring. Olahan daging kambiing giling yang dicampur dengan keju memberikan sensasi berbeda pada menu ini. Kuahnya memiliki aroma keju yang cukup kuat dan daging gilingnya masih mempertahankan rasa orisinilnya.

salt and vinegar prawns with pickled cipolini onions and trinity sauce

salt and vinegar prawns with pickled cipolini onions and trinity sauce

morrocan beef tenderloin wtih marian sauce an pistachios with edamame mash

morrocan beef tenderloin wtih marian sauce an pistachios with edamame mash

Matt memberikan pilihan menu utama, yaitu Salt and Vinegar Prawns with Pickled Cipolini Onions and Trintiy Sauce dan Morrocan Beef Tenderloin with Marian Sauce and Pistachios with Edamame Mash. Menu kedua tersaji cukup spesial. Daging tenderloin masih menyisakan warna segar di dalamnya meski di luarnya tampak well done. Dagingnya pun terasa sangat empuk sehingga tak sulit untuk memotongnya. Sebagai penutup, Matt menghadirkan Elvis in a Jar yang terdiri dari rum French Toast dengan maple syrup, krim kacang mentega dan pisang. Balvenie 17 YO Peated Cask dihadirkan sebagai pendamping menu penutup ini.

Iklan

3 responses to “Koki “Pemberontak” Hadir di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s