RHF Airport, Siap Sibuk di Masa Mendatang

Bandara Raja Haji Fisabilillah mungkin masih asing di telinga saya. Bandara yang berlokasi di Tanjungpinang, Pulau Bintan ini masih senyap saat saya tiba dengan Garuda Indonesia. Wajar saja karena Garuda Indonesia baru melayani satu jadwal penerbangan dalam satu hari, itu pun penerbangan pagi (05:25 dari Jakarta) dan Pulau Bintan juga lebih tenar di mata wisatawan Singapura daripada negeri sendiri. Saya sempat terkecoh saat baru turun dari pesawat karena yang ada di hadapan saya adalah sebuah bangunan bandara dengan gedung yang tampak tua.

Setelah sedikit berjalan ke arah bus penumpang, baru saya lihat ada sosok bangunan baru yang ada di belakang bandara lama. Bentuknya modern dengan kaca-kaca besar yang memenuhi dinding. Dari desainnya, gedung ini sepertinya berkonsep hemat energi karena berusaha memaksimalkan cahaya matahari untuk penerangan.

Interiornya masih terlihat kinclong karena memang bandara ini baru beroperasi penuh pada November 2013. Bagian Innternasional tampak kosong meski fasilitasnya sudah lengkap. Menurut petugas, penerbangan internasional saat ini sedang tidak beroperasi meskipun dulu pernah diramaikan oleh Sky Aviation yang melayani rute Tanjungpinang – Melaka.

Bagian check-in keberangkatan cukup sepi karena memang tak banyak jadwal penerbangan pagi itu. Yang unik adalah interior bandara ini masih berhias aura Piala Dunia 2014. Rupanya semarak Piala Dunia masih terasa di sini. Di bagian tangga bahkan dipenuhi gambar tropi Piala Dunia. Stiker bergambar Cristiano Ronaldo juga memenuhi kaca. Khusus di bagian toilet pria, saya bahkan bisa pipis menghadap gambar Lionel Messi.

Bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II ini cukup canggih fasilitasnya. Jika ingin mengetahui informasi penerbangan, tinggal menyentuh layar komputer yang ukurannya cukup besar. Di situ segala informasi tentang penerbangan sudah tersedia. Mulai dari jam keberangkatan/kedatangan, info wisata, info bandara hingga self check-in. Semuanya terdapat dalam beberapa pilihan menu, seperti Jadwal Penerbangan, Direktori, Pariwisata, Hiburan, Informasi dan Boarding Pass Scanner. Melihat persiapan fasilitas seperti ini, wajar jika saya memperkirakan bahwa bandara ini sedang disiapkan untuk kondisi sibuk di tahun mendatang.

Di bagian depan, saya belum melihat ada antrean calo taksi yang berebut penumpang. Sayangnya saat ini belum tersedia angkutan umum reguler dari bandara ke pusat kota. Satu-satunya transport hanyalah taksi.

Dulunya bandara ini bernama Kijang dan jarang didarati pesawat. Sejak pemekaran provinsi tahun 2001, barulah beberapa maskapi mulai silih berganti meramaikan bandara. Tahun 2007, pembangunan bandara baru pun dimulai. Berada di lokasi yang sama, landasan mulai diperpanjang, radar penerbangan mulai dibangun dan gedung baru yang modern pun dibuat. Di bagian depan terpampang tulisan besar “RHF Airport”. Berkesan internasional dan modern! Sepertinya ini bukti dari kesiapan untuk menjadi bandara internasional yang sibuk di masa mendatang.

Iklan

3 responses to “RHF Airport, Siap Sibuk di Masa Mendatang

  1. Keren! Nggak sabar deh buat Bandara Adi Sutjipto dipindah ke Kulonprogo. Bandara Husein Sastranegara Bandung aja kalah jauh dari bandara RHF ini. Bener-bener udah disiapkan dari awal. Harusnya setiap bandara seperti ini ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s