Pesta Karya di Galeri Indonesia Kaya

Budaya tradisi Indonesia belum ditinggalkan kaum muda metropolitan. Hadir di jantung ibukota, selama setahun ini Galeri Indonesia Kaya justru menjadi kiblat baru anak muda yang haus akan kreativitas. Menyambut ulang tahun pertamanya tanggal10 Oktober 2014, Galeri Indonesia Kaya bersama Bakti Budaya Djarum Foundation akan menampilkan 16 seni pertunjukan selama 12 hari. Pentas yang berlangsung mulai 1-12 Oktober ini melibatkan para seniman lintas generasi, mulai dari budayawan senior hingga anak muda.

Untuk ulang tahun pertama ini, Galeri Indonesia Kaya mengangkat tema “Indonesia Kreatif, Indonesia Keren” yang akan dikemas dengan beragam pertunjukan yang menarik dan unik. Pemerhati seni dan musisi Yovie Widianto menjadi pencetus ide tema ini dengan meyiapkan deretan pentas seperti sastra, musik, tari, drama, wayang orang, film hingga fashion show.

(ki-ka) Tarzan Srimulat, Titiek Puspa, Renitasari Adrian, Sashi Gandarum (2)

 

Nikmati beragam pentas lintas generasi, seperti Drama Musikal “Malin Kundang” oleh Sangrina Bunda, fashion show Muda Mode oleh Oemah Etnik, ODANAM, dan Selittoes Shoes. Ada juga penampilan Threeebute yang menampilkan Drama Musikal Interaktif 4 Wanita.Tak ketinggalan pertunjukan para seniman senior Indonesia, antara lain Dramatique Reading “Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk” oleh Butet Kartaredjasa, Duta Cinta Drama Musikal arahan Titiek Puspa, Suara Negeriku oleh Voxaluna Choir, Monolog 3 Perempuan arahan Happy Salma bersama Olga Lydia, Pipien Putri, Arlin Putri, dan Sha Ine Febriyanti serta kolaborasi Srimulat dengan Demian Sang Ilusionis yang menampilkan Sulap Antibiotik. Para pecinta musik tanah air juga akan oleh Trio Lestari (Tompi, Glenn Fredly, dan Sandhy Sondoro). Ada juga pertunjukan “Cinta Untuk Indonesia” oleh Kahitna. Tak ketinggalan Institut Musik Daya Indonesia yang menggandeng Sruti Respati dalam pertunjukan  “Lenong Rumpi Modern Menguak Indonesia Kaya” dan pertunjukan Kroncong Baru: Nyanyian Nusantara Dunia oleh Ubiet & Kroncong Tenggara.

DRAMATIC READING TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK -  Butet Kartaredjasa (6)

Bagi para penggemar film Indonesia, bisa bernostalgia dengan screening karya-karya Mira Lesmana, seperti GIE, Ada Apa Dengan Cinta, dan Drupadi yang juga menjadi tonggak bangkitnya seni perfilman Indonesia. Jangan lewatkan juga penampilan para jurnalis yang tergabung dalam Sahabat Indonesia Kaya yang menampilkan Wayang Jurnalis “Wahyu Cakraningrat” bekerja sama dengan Wayang Orang Bharata dan menggandeng Indra Bekti sebagai dalangnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s