Menu Tradisional Yang Tampil Kreatif

Bernaung di bawah hotel bintang lima Grand Sahid Jaya, Bengawan Solo Restaurant sebenarnya sudah resmi beroperasi sejak 1991. Namanya langsung dikenal para tamu hotel saat itu yang sebagian adalah ekspatriat. Ciri khas kultur Jawa yang saat itu menjadi ikon restoran, sekejap langsung menarik perhatian para tamu. Menu yang disajikan dan nuansa restoran pun juga kental dengan unsur Jawa.

Disambut Punakawan.

Pada Oktober 2014, siapa sangka restoran eksklusif yang sudah akrab dengan para tamunya selama lebih dari 20 tahun ini tampil baru dengan ide yang unik. Namanya kini menjadi Bengawan Solo Authentic Flavours Creative Styling Restaurant. Masih mengandalkan menu lokal, meski tak terpatok pada menu Jawa semata, restoran ini mencoba untuk hadir dengan sentuhan kreatif yang lebih modern.

Masih lekat dengan kultur Jawa yang menjadi fondasinya, di pintu masuk, saya disambut empat sosok Punakawan dalam wujud patung kayu setinggi hampir satu meter. Sosok jenaka dari dunia wayang yang terdiri dari Semar, Petruk, Gareng dan Bagong ini ternyata adalah ikon baru dari Bengawan Solo.

“Kami ingin merangkul tamu yang lebih muda. Punakawan ini simbol perpaduan generasi muda yang ceria dan pelanggan setia kami yang sudah berumur,” jelas Putri Pratiwi, Public Relation Manager Grand Sahid Jaya Jakarta.

Di meja makan, kembali sosok Punakawan menyambut saya dalam wujud gambar Semar, Petruk, Gareng dan Bagong di atas piring. Di buku menu, sosok Punakawan kembali tampil dalam rupa gambar karikatur, seperti Petruk yang sedang menyajikan makanan dan Gareng yang sedang meracik di depan kompor.

Punakawan tampaknya juga mendominasi dekorasi restoran. Terpampang beberapa lukisan di dinding yang menampilkan Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. Uniknya, semua lukisan ini jika disatukan sebetulnya mengandung filosofi kehidupan urban masa kini. Semar dilukiskan sebagai sosok pengusaha yang identik dengan gadget dan grafik keuangan, Petruk dan Gareng tampil dengan jas, berdasi, dan menggenggam telepon seluler. Sementara Bagong dilukiskan sedang memanjat gunung.

 

“Maknanya, di sela-sela kesibukan cari uang, jangan lupa untuk rekreasi dan olah raga seperti Bagong agar hidup ini seimbang,” jelas Putri Pratiwi.

Tradisional vs Modern

Meski mengandalkan Punakawan yang identik dengan warisan leluhur, penampilan menu justru hadir kreatif dan terkesan modern meski tetap menyajikan hidangan tradisional. Chef Yandi Rahadian dan Chef Jerry Fodor adalah penggagas sajian di Bengawan Solo. Untuk memaksimalkan rasa tradisional, Chef Yandi Rahadian sengaja menggunakan bahan dasar lokal untuk meracik semua menunya. Sedangkan untuk tampilan menu, Chef Jerry Fodor menggunakan segala kreasinya untuk mendapatkan kesan unik di setiap hidangan.

Bicara soal unik, saat menghidangkan Sosis Solo sebagai appetizer, Chef Jerry Fodor memadukan menu tradisi itu dengan  kreativitas modern berupa air cabai yang dikemas dalam botol parfum untuk menjadi sambal pendamping menu. Cara menggunakannya mirip dengan menggunakan parfum. Ingin menikmati Sosis Solo dengan rasa pedas, tinggal semprotkan saja air cabai ke hidangan.

Melanjutkan kreativitas, perpaduan tradisional dan modern juga ditunjukkan pada  menu gado-gado. Sajian lokal yang kerap dijajakan dengan gerobak ini disajikan berbeda. Satu piring sayuran berisi potongan kacang panjang, kol, daun selada, tempe dan tauge dihadirkan terpisah dengan saus kacang. Untuk mencampurnya, dilakukan dalam mangkuk salad bergaya western oleh seorang pelayan wanita yang mengenakan gaun kebaya. Di tangan Chef Jerry Fodor, unsur tradisional bisa diracik menjadi kekinian.

Menu signature dari Bengawan Solo Authentic Flavours Creative Styling Restaurant adalah Nasi Goreng Bengawan Solo. Chef Yandi Rahadian meracik menu ini dengan bumbu ringan dan tak terlalu terasa asin. Empat tusuk sate yang terdiri dari sate ayam, sapi, kambing dan udang diletakkan melintang satu sama lainnya di tengah porsi. Untuk wadahnya, Chef Jerry Fodor memilih menggunakan frying pan untuk memperkuat karakter menu yang dimasak dengan cara digoreng.

Untuk mendampingi hidangan, segelas Es Teh Manis Pandan bisa dijadikan pilihan. Es teh yang berisi potongan nanas, pepaya, rambutan dan agar-agar kelapa  ini menghadirkan aroma pandan yang cukup kuat. Bagi yang menghindari gula, wangi pandan dan rasa buah-buahan ini saja sudah cukup untuk memberikan sensasi rasa yang lebih kaya.

Untuk menutup rangkaian hidangan, Cinnamon Experience adalah dessert yang paling disarankan. Hidangan ini berupa es krim kayu manis yang disajikan dengan dua mangkuk yang disusun bertingkat. Mangkuk pertama berukuran agak besar dengan campuran dry ice dan air hangat di dalamnya. Mangkuk kedua berukuran lebih kecil untuk wadah es krim. Atraksi utamanya adalah menghadirkan efek asap uap yang keluar dari mangkuk pertama sebagai wadah mangkuk es krim di atasnya. Makan es krim dengan efek asap dingin inilah yang membuat siapa pun akan mengalami sensasi unik saat menyantapnya.

 

Bengawan Solo Authentic Flavours Creative Styling Restaurant

Hotel Grand Sahid Jaya, Lobby level.

Jalan Jenderal Sudirman Kav. 86

Jakarta Pusat 10220

(021)5704444 ext. 1438

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s