Boling Asmara

Saat matahari terbenam, kawasan pelabuhan di Kota Saumlaki, Pulau Yamdena, Maluku Tenggara Barat, perlahan berubah. Pasar ikan yang tadinya riuh, berganti menjadi lapak-lapak terang yang dipadati warga lokal sambil diselingi dangdut remix yang berdentum kencang. Mereka bukan menjajakan hasil tangkapan laut, melainkan mengadu peruntungan melalui ketangkasan intuisi di atas meja yang dipenuhi angka-angka taruhan. Warga setempat menyebutnya Boling (Bola Guling), sebagian lagi menyebutnya Boling Asmara, karena lapak ini juga digawangi wanita-wanita seksi. Sebagian orang menganggap lapak-lapak ilegal ini sebagai ajang judi, namun Boling sebenarnya lebih dianggap sebagai permainan iseng-iseng berhadiah karena minimnya hiburan di Saumlaki. Seorang ‘host‘ akan memandu jalannya permainan sambil mengarahkan pemain untuk segera memilih angka keberuntungannya. Pemain membeli kartu seharga Rp 500 per buah dan memasangnya di angka-angka secara acak. Setiap pemain biasanya langsung memborong kartu dengan harga Rp 20.000 hingga Rp 100.000. Saat semua kartu sudah terpasang, sebuah bola pingpong akan digulirkan melalui rintangan botol-botol kecil hingga masuk ke lubang yang sudah diberi angka. Angka yang dimasuki bola itulah yang akan menjadi berkah bagi si pemain. Permainan ini tak berhadiah uang tunai, melainkan sebungkus rokok.

Iklan

One response to “Boling Asmara

  1. Ping-balik: Menikmati Matakus | yudasmoro.net·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s