Berjaya di Laut Bareng Adam Hasyim

Lahir dan tumbuh di antara deburan ombak pesisir Lombok, Adam Hasyim tak pernah berhenti mengagumi keindahan alam Indonesia. Ia sudah berkeliling negeri bahkan melintasi negeri tetangga dan benua seberang. Tapi usahawan belia yang sekarang turut sibuk mengembangkan Medana Bay Marina  ini tetap tak bisa menahan diri saat melihat pantai berpasir putih dan laut biru. Ia selalu terngiang akan eksotisme pantai-pantai di kampung halamannya. Mimpi-mimpinya akan kemajuan wisata bahari di Indonesia tak pernah pudar seperti gelombang di Selat Lombok yang tak pernah diam.

Sejak kapan tertarik dengan wisata bahari?

Saya lahir dan besar di kampung nelayan di Lombok. Ibu saya seorang diver dan pecinta olahraga bahari. Mungkin sejak bayi saya sudah “dilempar” ke laut oleh bapak saya. Maybe I’m a mermaid!

Tantangan dalam mengembangkan bisnis resor?

Sepertinya tiap resor akan berbeda. Saya sendiri sebetulnya lebih berfokus pada bisnis marina di mana resor hanya sebagai jasa pendukung. Tantangannya jadi lebih banyak ke sektor pengembangan marina, seperti soal perizinan, sosialisasi apa itu marina ke pemerintah dan masyarakat, dan juga usaha untuk mendapatkan kepercayaan dari para pelayar atau tamu.

Bedanya marina dan pelabuhan?

Sebenarnya keduanya sama-sama pelabuhan. Tapi marina adalah pelabuhan khusus pariwisata, tempat bertambatnya kapal-kapal pribadi yang biasa dikenal dengan sail and motor yacht.

Bagaimana potensi usaha marina di Indonesia?

Sangat besar! Marina kami di Lombok mulai beroperasi tahun 2009. Saat itu usaha marina belum dikenal di Indonesia. saat itu juga sailing yacht dari Australia dan negara lain harus terbelit birokrasi yang tak berujung untuk menikmati cantiknya perairan Indonesia. Tapi sejak 2010, urusan perizinan sudah dipermudah. Singapura yang kecil saja punya 13 marina, Indonesia yang Negeri Bahari dan jauh lebih luas hanya punya tiga marina. Banyak pelayar Australia yang berlayar ke Eropa melalui barat (Indonesia). Andai kita punya fasilitas marina, kita pasti bisa “menjaring” mereka!

Presiden Jokowi berfokus pada Poros Maritim. Pengaruhnya untuk pariwisata Indonesia?

Simple! Jalesveva Jayamahe! Akan terjadi booming pariwisata khususnya wisata bahari.

Sudah traveling ke mana saja?

…. Alhamdulillah, saya hanya bisa bersyukur sudah dapat kesempatan menjelajahi Indonesia dan dunia.

Pengalaman tak terlupakan selama traveling?

Waktu umur delapan tahun, saya, adik, ibu dan nenek keliling South East Asia lewat jalan darat. Kami merasakan serunya naik kapal Pelni kelas tiga, feri, kereta, bus malam, ojek, mobil bak terbuka hingga pegal jalan kaki. Yang tak terlupakan adalah saat naik kereta malam dari Butterworth (Malaysia) ke Bangkok. Saat berhenti di Hat Yai, ibu saya turun untuk jajan. Sialnya, ibu ketinggalan kereta. Uang dan paspor dipegang ibu semua! Saya dan adik menangis histeris! Akhirnya kami menunggu ibu di Stasiun Bangkok ditemani nenek. Sempat dikira imigran gelap oleh sekuriti setempat.

Daerah yang pernah dikunjungi tapi tak ingin kembali lagi ke sana?

Belum ada! Semuanya bikin kangen!

Mau traveling ke mana lagi?

Salah satu hobi keluarga kami adalah skiing. Jadi Februari nanti akan ke Nigata, Jepang, untuk main ski.

Harapan untuk pemerintah baru demi kemajuan wisata bahari?

Saya pikir pemerintah sekarang akan banyak membantu soal wisata bahari. Keep supporting it! Give full support!

Iklan

4 responses to “Berjaya di Laut Bareng Adam Hasyim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s