Menanti Ombak di Nongsa

Batam menyambut saya dengan cuaca cerah meski sedikit tampak mendung di sisi barat. Sepertinya saya harus banyak bersyukur karena dalam setahun, kota yang berseberangan dengan Singapura ini kerap terjebak kabut asap ulah para pembakar hutan. Saya menuju Batam View Beach Resort yang akan menjadi tempat bermalam. Lokasinya di kawasan Nongsa yang terkenal dengan resor-resor mewah di pinggir pantai, tak jauh dari Bandara Hang Nadim.

Saat Ombak Surut

Batam View Beach Resort adalah salah satu resor yang pertama didirikan di Batam. Eksteriornya tak terlalu istimewa, karena masih terbawa dengan gaya desain resor di tahun 1980-an saat pertama resor ini dibangun. Saat memasuki lobi, interior yang santai namun elegan menyambut saya yang mulai pegal menggendong ransel.

Saya menempati kamar Superior dengan double bed yang nyaman lengkap dengan balkon sederhana yang menghadap ke keceriaan kolam renang. Menuju ke kamar, saya menyusuri lorong yang cukup lebar dengan deretan kamar di kedua sisi.

Aktivitas pertama setelah sejenak melepas lelah di dalam kamar dan berganti pakaian santai, tentu saja bergegas menuju pantai yang letaknya di samping kolam renang. Batam View Beach Resort memiliki lokasi pantai yang agak menjauh dari kamar hotel. Dari kolam renang saya harus menyusuri sedikit jalan setapak dan menuruni anak tangga yang dirimbuni pohon bambu. Jarak ini membuat deburan ombak tak begitu terdengar di area kolam renang dan balkon kamar.

Menjelang sore, pantai di Batam View Beach Resort tampaknya sedang surut. Tak ada deburan ombak, apalagi tamu yang berenang. Dengan jarak sekitar 10 meter, saya hanya melihat pasir pantai dengan sedikit sisa genangan air laut yang diramaikan siput laut yang tertinggal saat ombak menjauhi pantai.

Tanpa ombak bukan berarti pantai ini “mati gaya.” Kontur pantai saat tak ada air laut justru menciptakan pola-pola yang unik. Sedikit bergaya dengan tongsis, saya seperti sedang menginjak tanah di bulan.

Romantisme Pool-Side atau Kenyamanan Kelong?

Batam View Beach Resort terletak di daerah Nongsa yang cukup jauh dari pusat keramain Batam. Daripada membuang waktu ke pusat kota, saya memilih untuk santap malam di hotel. Ada beberapa pilihan yang ditawarkan resor ini saat akhir pekan. Diantaranya adalah makan malam outdoor  bersuasana pool-side dengan layanan all you can eat. Setiap pekan menghadirkan tema makanan yang berbeda.

Karena sedang tak ingin kedinginan diterpa angin laut, saya memilih makan malam di Kelong Restaurant yang berlokasi di luar bangunan resor. Menuju ke sana bisa menumpang buggy dari depan lobi yang memang bertugas mengantar tamu yang ingin santap malam di Kelong Restaurant. Jika tak sedang kelaparan, bisa memilih untuk jalan kaki dengan jarak sekitar 100 meter dari lobi.

Kelong Restaurant terletak tepat di pinggir laut dengan bangunan kayunya yang bergaya Karibia. Sebagian dining area-nya bahkan terpancang dengan tonggak-tonggak kayu di atas laut. Tak ada pendingin yang terpasang di sini, karena desain interiornya memang memaksimalkan angin laut yang sejuk.

All About Seafood

Kelong Restaurant memang mengkhususkan dirinya sebagai salah satu restoran penyaji hidangan laut terbaik di Nongsa. Salah satu menu favorit adalah Gonggong –kuliner khas lokal berupa daging keong laut- yang dimasak rebus bumbu wasabi. Tapi pilihan saya jatuh pada Fresh Black Garoupa yang dimasak dengan sambal Thailand.

Black Garoupa seberat 400 gram ini digoreng kering dan dilumuri saus cabai dan potongan cabai hijau. Ada rasa asam dan sedikit manis di sausnya meski rasa pedas tetap yang utama terasa. Daging ikan sendiri terasa lembut dan fresh, jauh dari kesat.  Tak cukup sambal Thailand yang dilumuri pada ikan, menu ini juga terhidang dengan tiga jenis sambal lainnya, yaitu sambal terasi, sambal hijau dan potongan cabai yang dicampur kecap asin. Jika tak suka pedas, sebaiknya hindari bumbu ini, karena saya butuh dua gelas es jeruk untuk menetralkan rasa pedas di mulut. Tapi mungkin juga karena saya menyantap ikan berbumbu pedas ini dengan tiga jenis sambal tambahan tadi.

Saat Ombak Pasang

Pagi menyapa dan dari balkon kamar, saya bisa melihat area kolam renang sudah dipenuhi tamu yang asyik bermain air. Untuk liburan bersama keluarga, resor ini memang menyenangkan. Sebelum bergegas menuju pantai, saya mengawali hari dengan sarapan di Wangi Melati Restaurant yang terletak di lantai lobi.

Egg Station adalah tempat pertama yang selalu saya kunjungi saat sarapan di hotel. Setelah memesan menu favorit sunny side-up yang dimasak tak terlalu matang, saya mengambil mashed potato dan beberapa potong sosis ayam. Jus jeruk, leci, dan air putih adalah pilihan jika ingin minuman dingin selain tersedia kopi dan teh. Aneka roti dan croissant yag diselingi aneka kue seperti rainbow cake menjadi pilihan jika tak ingin melahap sarapan dalam porsi besar.

Usai sarapan, saya menyambangi pantai yang kondisinya berbeda dari kemarin sore. Di pagi hari, pantai ini dipenuhi air laut dengan ombak yang tenang. Pantai cukup luas dengan deretan kamar vila di sisi kiri.  Jika ingin menjajal adrenalin, bisa mencoba banana boat atau mengayuh sepeda air jika ingin bersantai sambil bermain air. Saya memilih untuk duduk santai di bawah bungalow sambil sesekali berenang. Saat langit cerah, Marina Bay Sands terlihat cukup jelas dari sini dengan kapal cepat yang lalu-lalang melayani penyeberangan Batam-Singapura.

Batam View Beach Resort 

Jalan Hang Lekir, Nongsa, Batam.

Tel: +62 778 761 740 – 46
Fax: +62 778 761 747/748

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s