Film The Naked Traveler Telan Dana 15 Milyar

Setelah sempat dibanjiri film-film bertema traveling yang mengandalkan lanskap cantik, penggemar sinema perjalanan kini tengah menanti film The Naked Traveler yang diadaptasi dari buku perjalanan The Naked Traveler pertama dan kedua yang akan segera memasuki proses produksi. Jika menyimak bukunya, The Naked Traveler tidak terlalu mengekspos lanskap aduhay dan berkisah tentang hal-hal detil, seperti  suka duka sebuah perjalanan. Tentu saja ini menambah rasa penasaran para penggemar traveling, khususnya pembaca setia The Naked Traveler.

Agung Saputra, produser dari Tujuh Bintang Sinema yang pada Sabtu (31/1) lalu resmi diluncurkan di Menara Da Vinci, Jakarta, tertarik mengadaptasi buku perjalanan yang fenomenal ini menjadi sebuah karya film. “Kami ingin film pertama kami ini tampil indah dan menginspirasi banyak orang, sama seperti buku The Naked Traveler yang sudah menjadi inspirasi banyak pembacanya untuk berani traveling,” jelas Agung.

Trintiy mengakui bahwa film ini juga akan diselingi dengan kisah-kisah drama. “Mau tahu saya nangis gara-gara cowok? Nanti ada di film ini,” canda Trinity.

Dari survei yang dilakukan Tujuh Bintang Sinema tentang film adaptasi buku apa yang paling ditunggu penonton, hasilnya adalah The Naked Traveler. Inilah yang membuat Agung Saputra akhirnya yakin untuk menjadikan The Naked Traveler sebagai film pertama rumah produksinya.

Trinity sendiri memiliki alasan khusus mengapa bersedia untuk bekerja sama dengan Tujuh Bintang Sinema sebagai rumah produksi yang akan menggarap filmnya. “Agung ternyata sudah membaca semua buku saya dan paham betul isinya,” jelas travel blogger yang sudah menerbitkan 11 buku perjalanan tersebut.

Produksi film sendiri dijadwalkan akan dimulai pada awal April 2015 dengan mengambil lokasi pengambilan gambar di Jakarta, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sementara untuk lokasi di luar negeri, tim produksi sudah menjadwalkan Maladewa dan Filipina.

“Filipina adalah rumah kedua saya, karena saya suka pantai dan pernah tinggal di Manila untuk studi S2,” jelas Trinity menjelaskan kenapa memilih Filipina sebagai salah satu latar film. Sedangkan kekaguman Trinity pada kecantikan Nusa Tenggara Timur juga membuatnya memilih daerah ini sebagai salah satu latar dari sekian banyak daerah di Indonesia yang sudah pernah dikunjunginya.  Banyaknya lokasi ini juga yang akhirnya membuat film ini membutuhkan dana sebesar 15 milyar rupiah untuk produksinya.

Untuk saat ini, tim produksi belum menentukan siapa yang akan membintagi dan menyutradarai film ini karena masih dalam tahap seleksi. Penulis skenario, Piu Syarif, menjelaskan bahwa film ini akan mengangkat kisah hidup Trinity yang diambil dari kisah-kisah perjalanannya. Buku The Naked Traveler diakuinya merupakan cerita yang random dan tidak mudah untuk mengadaptasikannya ke dalam bentuk skenario. “Inilah tantangannya. Dari kisah-kisah yang random ini akan kita ambil benang merahnya,” ungkap Piu.

Ke depannya, Tujuh Bintang Sinema juga sudah menyiapkan rencana film berikutnya. “Kalau film ini berhasil, perjalanan Trinity satu tahun keliling dunia juga akan kami kisahkan di film berikutnya,” tambah Agung Saputra.

 

Iklan

8 responses to “Film The Naked Traveler Telan Dana 15 Milyar

  1. Nggak sabar pingin nonton. Nggak pingin lihat panorama tempatnya, Tapi gaya mbak Trinity yang apa adanya dan ceplas ceplos cantik. Journey that make you survive.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s