Makan di Rumah Sakit

Tidak semua simbol palang merah mengartikan rumah sakit atau balai pengobatan. Saat datang ke Hospitalis Restaurant & Bar, saya juga disambut simbol yang sama dengan ukuran besar dan warna merah mentereng di pintu masuk yang gagang pintunya berbentuk kruk.

Mengadopsi tema rumah sakit, Hospitalis Restaurant & Bar ini menyambut pelanggannya dengan pelayan berbaju suster dan dokter sambil mengalungi stetoskop dengan meja kasir yang lebih mirip meja dokter jaga poliklinik. Kursi makan tak luput dari tema rumah sakit dengan desain yang terdiri dari beberapa objek rumah sakit, seperti kursi roda dan ranjang opname.

Untung saja restoran ini juga didominasi keluarga yang membawa anak kecil. Jika pelanggannya orang dewasa semua, bisa jadi saya akan disambut suster ngesot saat malam Halloween berkunjung ke sini.

Konsep bar yang terletak berdampingan dengan restoran, tak terlalu bernuansa rumah sakit dengan meja dan kursi menghadap bartender dan deretan botol minuman alkohol. Dengan harga minuman alkohol yang terjangkau, Hospitalis bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu melewati malam akhir pekan yang santai.

Pizza Dan Vitamin

Pizza Chromosome menjadi menu pilihan, karena menurut pelayan, ini pizza yang sama sekali tak mengandung rasa pedas. Melengkapi konsep rumah sakit, Hospitalis juga menyajikan nama-nama menunya dengan istilah kedokteran dan biologi atau anatomi tubuh manusia. Sebut saja Pizza Neuronima, Pizza Keratosis, Squid Bronchitis, Fresh Transfusion dan Vitamin C.

Pizza Chromosome tak seperti menu di Pizza Hut dengan adonan yang tebal dan bertabur banyak topping. Pizza ini menggunakan adonan tipis kering dengan topping mozarela berlimpah dan jamur. Minuman bertajuk Vitamin C hadir dengan gelas untuk penelitian laboratorium. Minuman ini memuat stroberi, lemon, jeruk nipis, sunkist, jus jeruk dan sirup. Potongan-potongan buah cukup banyak hingga memenuhi mulut dengan rasa buah yang kaya.

Garam dan merica disediakan di setiap meja dengan tube obat-obatan lengkap dengan kertas keterangan ala obat dari apotek. Kemasan garam dan merica menggunakan wadah kapsul yang sekilas terlihat sama dengan obat-obatan. Saus tomat atau saus sambal juga dihadirkan dengan bentuk suntikan.

Hospitalis membuka prakteknya di Jalan Ahmad Dahlan No. 31, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sayangnya, tempat bersantap unik ini berada di salah satu jantung kemacetan Jakarta Selatan dengan tempat parkir yang sempit. Berkunjung ke sini, sepertinya harus bergantung juga dengan faktor luck. Lalu lintas yang macet dan kesulitan parkir harus menjadi pertimbangan.

Iklan

8 responses to “Makan di Rumah Sakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s