Begitu Perlukah Bebas Visa Kunjungan?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Baru saja pemerintah merilis peraturan anyar tentang kunjungan warga asing. Bebas visa kunjungan, sepintas terdengar strategi jitu untuk mempercantik statistik kunjungan wisatawan asing, namun tak sedikit pula yang menanggapi kritis karena seolah hanya sekadar kejar target tanpa memikirkan dampaknya yang bisa saja berimbas negatif. Para penggiat dan pecinta wisata Indonesia pun turut bicara:

blog2Farchan Noor Rahman
Pengasuh blog www.efenerr.com yang gemar jalan-jalan ini juga adalah seorang PNS di Jakarta. Baginya bebas visa kunjugan punya dampak postif untuk menaikkan devisa. Bisa jadi kebijakan ini adalah strategi pemerintah untuk memancing asas respirokal, sehingga nanti warga Indonesia yang hendak melancong ke luar negeri juga tak perlu repot mengurus visa.

Namun kebijakan bebas visa ini bukanlah yang paling dibutuhkan untuk memutar roda industri pariwisata Indonesia saat ini. Justru soal SDM adalah yang paling dibutuhkan. Selama ini hanya ada SDM di bidang jasa dan pelayanan, belum ada perencana yang bersifat sustain. Bukan cuma dahaga akan kunjungan turis, tapi juga merencanakan perawatan alamnya.

Jika berandai-andai menjadi menteri pariwisata, langkah pertama yang dilakukan blogger ini adalah meminta Kementerian PU untuk membangun infrastruktur dan menggandeng Kementerian Pendidikan untuk membangun sekolah pariwisata.

blog3Agustinus Wibowo
Penulis perjalanan yang sukses dengan karya triloginya (Garis Batas, Selimut Debu, dan Titik Nol) ini menambahkan faktor korupsi dalam soal prioritas pembangunan industri wisata Indonesia. Menurut Agustinus, banyak turis asing yang mengeluh soal pungutan liar di bandara Indonesia, selain minimnya rambu dan petunjuk dalam bahasa Inggris dan tentunya soal kebersihan yang masih jauh dari harapan.

Tapi pembebasan visa kunjugan memang punya pengaruh besar untuk minat berkunjung turis asing. Misalnya, di Tiongkok kini warganya berbondong-bondong berlibur ke Indonesia karena tahu bahwa ke Indonesia tak perlu repot urus visa atau bayar visa on arrival di bandara.

blog1Early Rahmawaty
Kini sibuk sebagai Sekjen PUPUK (Peningkatan Untuk Perkumpulan Usaha Kecil), Early sebelumnya juga aktif sebagai konsultan di Kementerian Pariwisata. Baginya, kebijakan bebas visa kunjungan adalah hal yang wajar mengingat Indonesia punya banyak objek wisata bagus yang belum dikenal dunia. Namun tampaknya Indonesia lebih butuh koordinasi serius untuk pengadaan infrastruktur daripada sekadar kejar target 20 juta kunjungan wisawatan.

Tak kalah penting adalah persiapan warga lokal dalam menghadapi gempuran masuknya turis asing yang artinya budaya asing juga akan masuk ke warga lokal. Mempertahankan budaya lokal dan tak selalu menjadi permisif jadi persoalan yang harus diperhatikan. Sudahkah ini diperhitungkan?

Segudang masalah, seperti promosi yang kurang, jadwal acara wisata yang selalu tak jelas, faktor keamanan, tersedianya transport yang jelas, nyaman dan aman juga masih jauh dari harapan. Intinya adalah pentingnya koordinasi kuat dan jelas antar komponen pemerintah pusat dan daerah.

FB_IMG_1438652149754Noegroho Dewo
Di sela-sela kesibukannya sebagai pemilik K-Travel dan Wakil ketua Ikatan Arsitek Indonesia NTB (IAI-NTB), pria yang hobi naik sepeda gunung ini juga seorang pemerhati pariwisata. Bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, Noegroho Dewo juga giat menggelar acara tahunan Travel Writer Gathering di Lombok-Sumbawa.
Baginya ada dua dampak dari kebijakan bebas visa kunjungan. Dampak baiknya tentu saja kunjungan wisatawan akan melonjak diiringi devisa. Dampak burunya penetrasi masuknya orang luar juga melonjak. Ini juga bisa jadi kesempatan bagi orang-orang yang mengaku turis padahal mungkin mereka bandar narkoba, kurir atau penyalahgunaan izin tinggal.

“Yang dibutuhkan pariwisata Indonesia saat ini sebetulnya adalah kesadaran semua pihak untuk kenyamanan, kemudahan dan kebersihan. Banyak tempat yang indah di sini, sekaligus juga tak nyaman dan kotor. Kita juga perlu program yang fokus. Lombok dan Sumbawa punya potensi wisata yang besar, namun ternyata pariwisata bukanlah fokus pembangunan di situ,” ujar Noegroho Dewo.

Iklan

4 responses to “Begitu Perlukah Bebas Visa Kunjungan?

  1. free visa memang penting, tapi jauh lebih penting lagi kesiapan infrastruktur dan kesiapan sdm setempat buat pariwisata yang berkelanjutan 😀 tapi yah~ infrastruktur sama SDM adalah masalah pariwisata paling kompleks kayaknya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s