Locanda Jakarta, Terinspirasi Marco Polo

Jakarta memang tak pernah berhenti beraktivitas. Di tengah ritme warganya yang dinamis, Locanda Food Voyager menawarkan persinggahan di lokasi strategis untuk sekadar memulihkan mood sambil menikmati masakan mancanegara.

Ada rasa nyaman yang langsung berhembus saat memasuki lobi restoran yang berlokasi di Panin Building, lantai dasar, Jalan Jenderal Sudirman Gelora Senayan ini. Menanggalkan tembok sebagai pembatas ruang, Locanda Food Voyager mengandalkan dinding kaca yang memaksimalkan cahaya di siang hari.

Ditemani alunan musik lembut dan nuansa dining area yang menghembuskan suasana rumahan, restoran bergaya urban ini memberikan banyak pilihan tempat duduk untuk bersantai. Selain kursi-kursi kayu bergaya country, beberapa kursi bergaya vintage dengan warna cerah juga memenuhi ruangan. Bagi yang ingin lebih intim atau suasana keakraban yang mendalam, beberapa sofa lembut berbahan kulit di sisi kiri ruangan bisa menjadi pilihan.

Menjagokan Hidangan Laut

Ade Sapto Atwir, Marketing Locanda Food Voyager menjagokan beberapa menu yang sering dipesan oleh tamu, seperti Tuna Wasabi Rolls, Kung Lai Tod Kratiam, Pan Roasted Seabass Fillet, Cheesecake dan Locanda Goes to Hollywod sebagai minuman penyegarnya.

6

Tuna Wasabi Roll sebagai hidangan pembuka sempat mengecoh saya yang mengira ini adalah seporsi sushi. Chef Sofi mengemas menu ini dengan tortila yang digulung dengan salmon yang dipadu green salad dan biji black sesame untuk menangkal aroma amis. Disajikan dengan saus teriyaki, cara terbaik menyantap sajian ini adalah dengan menggunakan sumpit. Meski sebetulnya merupakan kuliner Amerika Latin, tapi saat menyantap menu ini rasa wasabi khas sushi langsung terasa  dengan aroma salmon fresh yang meninggalkan jejak di rongga mulut.

7

“Untuk makan siang biasanya menu Thailand banyak dipesan, dan menu Eropa, khususnya Italia menjadi idola saat dinner,” jelas chef yang sudah bergabung selama dua tahun dengan Locanda Food Voyager ini.

Kung Lai Tod Kratiam yang berupa udang raja yang dimasak dengan saus lada hitamdan ditaburi remahan bawang goreng juga menjadi menu favorit. Dengan daging udang yang digoreng matang namun tidak meninggalkan kesegaran rasa aslinya, menu Thailand ini juga menjadi salah satu idola para tamu untuk makan siang.

8

Untuk menangkis lapar di malam hari, Pan Roasted Sea Bass Fillet hadir dengan porsi yang pas. Sepotong ikan Sea Bass yang ditumis matang hingga terasa sedikit crispy di bagian kulit dihidangan dengan potongan brokoli, ketimun, dan wortel sebagai penyegar serta kentang goreng garing yang dipotong panjang dan tipis mirip tumpukan lidi sebagai side dish.

9

Bagi yang tak bisa lepas dari nasi, Khao Pad Phoo Kung sangat disarankan. Nasi goreng ala Thailand ini tersaji tanpa minyak berlebih yang menganggu resiko kesehatan meski bumbunya tetap terasa. Potongan udang dan suwiran daging kepiting juga memenuhi menu yang tersaji dalam mangkuk dan didampingi potongan cabai bumbu asam.

Untuk penutup, Locanda Food Voyager memiliki tiga jenis menu Asia dengan Manciam dari Thailand sebagai idolanya dan enam menu dari Eropa dengan Cheesecake sebagai andalannya. Locanda Goes to Hollywood juga menjadi minuman yang banyak diidolakan para tamu. Fruit punch yang tersaji dengan jeruk yang dipotong kecil di dalam minuman ini akan menetralisir aroma beragam makanan yang sudah dimakan sekaligus memberikan sensasi segar dengan perpaduan rasa asam dan manis dari jeruk dan mangga.

Terinspirasi Marco Polo

Perpaduan Asia dan Eropa inilah yang menjadi resep kunci di Locanda Food Voyager. Nama Locanda sendiri menurut Sapto terinspirasi dari perjalanan penjelajah Marco Polo dari pesisir Italia menuju ke Asia yang mencari tempat persinggahan atau yang disebut locanda. Dari perjalanan ini lahirlah ide Locanda Food Voyager yang terkenal dengan hidangan Italia dan Asia yang populer dengan masakan Thailand. Locanda Food Voyager buka setiap hari mulai jam 10:00 hingga 24:00 (Senin-Kamis) dan 10:00-01:00 (Jumat-Minggu)

wp42

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s