Mencari Rasa Kopi yang Pas

 

Teks: Diah Ayu Herriany

Udara panas di Seminyak tak menyurutkan semangat para pecinta kopi di Minggu (5/6/2016) lalu. Mereka berkumpul untuk mengenal lebih dalam lagi tentang jenis minuman yang kini makin marak dinikmati itu. Adalah Hendra Hendarin, founder Kopi Organik SariBhumi yang  menjadi coach waktu itu mengajak semua peserta untuk melihat kopi dari sisi yang berbeda. Tak pelak jatah dua jam coffee coaching di Tokyo Skipjack Steak & Grill Seminyak pun jadi melebar.

 

Pro dan Kontra Kopi

Kopi memang favorit bagi banyak orang. Walau sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kopi mengandung antioksidan dan nutrisi yang dapat meningkatkan kesehatan dan performa tubuh, namun stigma negatif tentang kopi masih banyak beredar. Julukan pemicu maag dan keluhan pada perut lainnya adalah yang paling sering terdengar. Kang Hendra, demikian sang coach akrab disapa menjelaskan serba-serbi kopi baik dan sehat.

Pertama, penanaman pohon kopi pada ketinggian tanah minimal 1200 meter di atas permukaan laut yang tidak terpapar oleh pupuk kimia. Indonesia memiliki tanah tersubur karena terletak di garis ekuator dan terdapat banyak gunung berapi. Kedua, kedisiplinan ketika memetik buah kopi  harus dijaga.

“Dipetik bukan dirabut dan hanya yang benar-benar berwarna merah saja. Tak boleh ada sedikit pun warna kehijauan pada buah kopi yang ikut terpetik,” tandas Kang hendra.

Terakhir adalah sistem roast to order sehingga kopi dalam keadaan fresh ketika diterima oleh konsumen.

foto: Diyah Ayu Heriyanti

foto: Diyah Ayu Herriyani

 

Meracik Kopi a la Kafe

Menyiapkan satu cup kopi yang nikmat tentunya dapat menjadi kebanggaan tersendiri.  Caranya mudah! Dengan perlengkapan yang sudah ada di dapur Anda, segelas kopi a la kafe dapat langsung tersaji.

“Tak ada aturan baku sebenarnya dalam membuat kopi, karena sangat tergantung pada selera personal. Namun tiap kopi memiliki karakternya sendiri, bagaimana suatu jenis merespon seduhan air panas Anda.” jelas Kang Hendra.

Bagi yang ingin lebih detil, dapat disiapkan thermometer dan timbangan agar suhu dan ukuran kopi Anda tepat. Selanjutnya tiap peserta nantinya akan diperlihatkan saat menimbang kopi dan mengukur suhu air yang akan digunakan untuk menyeduh kopi.

Team dari Tokyo Skipjack Steak & Grill siang itu dengan sigap membagikan cangkir dan satu sendok makan pada peserta. Untuk satu cangkir yang pas dengan ukuran 220 mililiter air tersebut Kang Hendra menunjukkan 10 gram bubuk kopi untuk hasil yang optimal. Sebelumnya ia menimbang dulu kira-kira satu sendok makan penuh bubuk kopi untuk mendapatkan berat sebanyak 10 gram. Lantas setelah semua peserta berhasil mendapatkan ukuran yang dianjurkan, selanjutnya adalah tentang air yang digunakan untuk menyeduh. Menurut Kang Hendra sebaiknya memiliki alat atau panci yang khusus digunakan untuk menjerang air ketika membuat kopi. Jika punya yang berbahan kaca tentu lebih baik. Hal ini untuk menjaga kualitas rasa air jerangan.

foto: Diyah Ayu Herriyani

foto: Diyah Ayu Herriyani

Khusus tentang air, komposisi mineral air pada tiap daerah yang berlainan turut menyumbang rasa tertentu pada kopi. Air sumur atau mata air yang bagus dan sehat sumbernya boleh dikatakan air yang pas untuk membuat minuman kopi. Jika tak ada bisa digunakan air mineral. Kemudian suhu air yang cocok untuk menyeduh kopi jenis Arabica adalah 85 derajat hingga 90 derajat, dan dapat diukur dengan thermometer.

Sebaliknya lain dengan kopi berjenis Robusta, yang sebaiknya diseduh dengan air mendidih. Memerhatikan suhu yang pas untuk setiap jenis kopi penting untuk melarutkan maksimal bubuk kopi, mendapatkan rasa yang lebih baik, juga menghindar dari sakit perut.

Akhirnya bonus dari praktik menyeduh kopi siang itu, selain para peserta antusias karena berhasil mengenali jenis-jenis kopi dan membuat kopi secara optimal, mereka juga mendapatkan krema. Ya! Tak perlu creamer. Hasil kopi dengan ‘toppingcreamy krema memang salah satu ciri dari kopi yang baik dan sehat.

 

Trivia Kopi!

Tahukah Anda bahwa:

  • Kopi dapat menurunkan resiko penyakit diabetes
  • Ada hanya sekitar 5 persen biji monokotil dari seluruh biji kopi disetiap pohonnya yang dikenal dengan nama Peaberry.
  • Istilah ‘tubruk’ pada kopi tubruk disinyalir berasal dari kata ‘true brew‘.

 

 

Iklan

3 responses to “Mencari Rasa Kopi yang Pas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s