Harapan untuk Myanmar

Di sela-sela padatnya acara ASEAN Celebrity Explore Quest Malaysia 2016 (ACEQM 2016) di Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu, saya menyempatkan diri bertemu Miss Myanmar International 2015, Emerald Nyein di Sutera Harbour Resort yang nyaman. Emerald, sapaan akrabnya, berbagi kisah getirnya sebagai puteri kecantikan dan harapan beratnya untuk Myanmar.

4

Untuk kedua kalinya ikut acara ACEQM, apa yang istimewa kali ini?

Tahun lalu acara ini dihelat di Ipoh dan Langkawi dan kali ini yang menarik adalah Sabah. Ini pertama kalinya saya mengunjungi Sabah dan saya menyukainya, karena saya menyukai alam yang masih asri. Sabah berhasil membangun wisata alamnya dengan baik.

Apa yang menginspirasi Anda untuk menjadi Miss Myanmar Internasional?

Kondisi politik di Myanmar sering tidak stabil berakibat masyarakat kami sulit untuk berkembang. Dari situlah kemudian saya ingin membuktikan bahwa warga kami, terutama kaum perempuan bisa bicara di dunia internasional. Di Myanmar kondisinya berbeda. Negeri kami tak boleh ikut kontes kecantikan internasional selama 15 tahun terakhir dan ini menutup mimpi kami untuk berlaga sebagai kandidat Miss Universe.

Di Myanmar ada dua kompetisi kecantikan yang besar, yaitu: Miss Myanmar Internasional dan Miss Universe Myanmar. Tahun 2013 saya menjajaki kemampuan saya di ajang Miss Universe Myanmar dan saya gagal. Namun kegagalan ini justru menjadi pemicu untuk kemudian ikut Miss Myanmar Internasional dan memenangkan gelar tersebut di tahun 2015.

Tantangan terberat selama menjadi Miss Myanmar International?

Saya harus selalu bisa mengontrol emosi di depan publik. Ini sulit karena saya sering bersikap kekanak-kanakkan dan manja.

Apa saja yang dilakukan Miss Myanmar untuk mempromosikan pariwisata?

Mengunjungi banyak negara untuk promosi, tentu saja. Tapi selain mempromosikan tempat-tempat wisata, saya juga wajib meyakinkan banyak orang bahwa negeri kami kini sangat aman untuk dikunjungi. Sebagai Miss Myanmar, saya sendiri juga sudah mempromosikan ini ke banyak negara Asia dan Eropa, terutama Jerman.

Emerald, banyak pelancong Indonesia ingin datang ke Myanmar, namun mereka masih ragu apakah Myanmar aman untuk turis Muslim?

Beberapa tahun lalu memang di beberapa daerah tak aman untuk kunjungan turis. Tapi percayalah, konflik di negeri kami berangsur pulih dan siapapun kini aman untuk datang ke Myanmar.

5

Emerald Nyein saat ditemui di Pulau Manukan, Sabah, Malaysia.

Tempat wisata apa saja yang kini jadi destinasi unggulan Myanmar?

Sampai saat ini Bagan masih menjadi andalan untuk kunjungan wisata, selain Yangon sendiri. Tapi kami juga sudah mulai mempromosikan Kayah, di mana wisatawan bisa mengenal kebudayaan asli warga  Kayah yang juga dikenal dengan sebutan “long neck”.

Long neck“? Ini mirip dengan yang ada di Thailand Utara?

Betul! Ini mirip dengan yang ada di Thailand, namun banyak yang tak tahu bahwa mereka aslinya dari Myanmar. Orang Kayah dulu banyak yang mengungsi ke Thailand karena perang saudara di negeri kami. Pemerintah Thailand kemudian menampung mereka dan memfasilitasi dengan baik, termasuk sebagai bagian dari industri pariwisata mereka.

Namun kini pemerintah Myanmar sudah berinisiatif untuk memanggil orang Kayah untuk kembali ke kampung halamannya. Butuh waktu, namun ini sudah mulai kami lakukan, karena konflik sudah mereda.

Destinasi favorit di Myanmar?

Danau Inle! Tempat ini sangat cantik dengan para nelayannya yang menangkap ikan dengan cara tradisional. Saya suka tempat yang memiliki alam yang cantik seperti ini.

Rekomendasi tempat hangout di Yangon?

Sebetulnya tak terlalu banyak pilihan untuk hangout di Yangon. Namun beberapa yang juga jadi favorit saya adalah Escape Bar, Harry Bar, Fuse Bar, dan The Cave Bar yang kini paling populer di Yangon.

Destinasi di Myanmar yang belum banyak diketahui turis?

Kayah dan Danau Inle belum terlalu populer, tapi percayalah bila datang ke Myanmar, harus mengunjungi tempat ini untuk kunjungan yang tak terlupakan.

Bila ada produser film yang ingin syuting di Myanmar, kira-kira film jenis apa yang paling cocok?

Film drama dan Bollywood!

Pelajaran tentang pariwisata yang bisa diambil dari acara ASEAN Celebrity Explore Quest Malaysia ini?

Saya suka dengan prinsip pemerintah Sabah yang mengatakan bahwa membangun bukan berarti harus membuat gedung-gedung tinggi, tapi juga harus terintegrasi dengan alam sekitar. Sabah kini meraup sukses dengan wisata alamnya yang terkenal. Inilah yang akan saya kampanyekan di Myanmar sepulang dari acara ini.

Acara ini juga selalu hadir dengan benang merah yang sama, yaitu persahabatan dan persatuan sebagai bangsa ASEAN. Hal ini kadang masih sulit terwujud di Myanmar. Kondisi kami sering tidak stabil meski kini berangsur pulih. Saya berharap konflik segera berakhir selamanya agar kami bisa berkembang seperti negeri lainnya di ASEAN.

Iklan

3 responses to “Harapan untuk Myanmar

  1. Salut dengan Mbak Emerald ini, dia ada komitmen untuk ikut berkontribusi mengembangkan pariwisata di daerahnya. Belajar dari Sabah, dan Thailand, sehingga diharapkan suku long neck kembali pulang ke asalnya. Yang penting bener seperti di atas, harus ada komitmen meredakan konflik, utamanya antar agama, keyakinan.

    Yang saya penasaran sama Myanmar itu keberadaan Gunung Hkakabo Razi…hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s